Showing posts with label Biography Band. Show all posts
Showing posts with label Biography Band. Show all posts

Biography Dialog Dini Hari

Berita Musik Terbaru
Biografi Band - Dialog Dini Hari terbentuk pada akhir kuartal pertama di tahun 2008, yaitu para motor penggerak dua band besar asal Bali, Dadang SH Pranoto dari Navicula dan Ian Joshua Stevenson serta Mark Liepmann dari Kaimsasikun, duduk bersama. Menyepakati diri mengalirkan dialog bebas lepas tengah malam dan merangkumnya ke dalam musik dan notasi sederhana. Sembari sejenak menanggalkan emblem yang telah menahun melekat pada eksistensi Navicula yang sering dijuluki “neo-green-phsycedelic-grunge-core” dan Kaimsasikun dengan stempel “deep-psycho-brit-rock”-nya.

Leburan demi leburan blues, folk dan ballad ditakar oleh Dialog Dini Hari sedemikian tepat sebagai degup melodi penghantar pesan ringan-cerdas-indah dalam warna vokal bariton yang merdu menyeruak dari dalam luka yang membekas. Sedangkan dominasi suara gitar aksutik dan semi-steel-dobro yang khas, plus selingan gesekan steel-slide yang kasar dan ekspresif berhasil membangun dinamika nuansa live yang sangat terjaga.

Ke empat belas nomor pada album bertajuk "Beranda Taman Hati" Renovasi Otak, Beranda Taman Hati, Bumiku Buruk Rupa, Sahabatku Jadi Hantu, Hati-Hati, dll. sebagian besar ditulis Dadang SH Pranoto selaku voka/gitaris dan ditata Ian Joshua Stevenson (bass). Sedangkan sektor beat apik diracik oleh Mark Liepmann. Keseluruhan karya Dialog Dini Hari yang mencitrakan kepekaan pada relita sosial dan fenomena alam ini juga mendapat seabreg sokongan dari sederet musisi kondang pulau dewata macam Ed Eddy Rsdvs (piano & organ), Windu Supersoda (pianika), Deny Surya Rokavatar (drum) pada lagu Oksigen dan penyanyi wanita bersuara emas Sari Nymphea. Tak ketinggalan pula, sentuhan nada dari Rio Sidik Saharadja.

Selain keterlibatan para musisi dalam pembuatan Album Dialog Dini Hari, kaum sineas muda Bali juga saling membahu menggarap tampilan videoklipnya. Yuda (Otak Seger Visual Communication) memilih single Pagi dengan merekam gambar gambar indah-asri berlatar gunung dan danau Kintamani.

Sedangkan Ridwan Rudianto (Di Ujung Ufuk) menggambarkan lagu Renovasi Otak dengan gaya simbolis-minimalis berpesan padat.

Di tangan Igo (produser muda kontroversial yang pernah ‘mengantar’ Ed Eddy & Residivis hingga terganjar 6 bulan penjara dengan masa percobaan setahun akibat lagu berjudul Anjing yang dianggap menghina institusi polisi) trio yang kini berformasikan Dadang SH Pranoto (vokal & gitar), Michael Brozio Orah (mantan The Hydrant) pada bass, dan Putu Deny Surya Wibawa (Rokavatar) di departemen drum; ini diproyeksikan untuk dapat terbit membawa pencerahan segar bagi insan penikmat musik dengan ajakan sederhana: Berdialog merenovasi otak dan fisik.


Personel Dialog Dini Hari:
  • Dadang S.H. Pranoto (vocal, gitar)
  • Brozio Orah (bass, vokal latar)
  • Putu Deny Surya Wibawa (drum, perkusi)
read more...

Biography Angsa dan Serigala

Berita Musik Terbaru
Biografi Band - Angsa & Serigala merupakan music project yang berada di area Folk Rock , Baroque Pop dan Ballads yang terinspirasi oleh Beirut, I’m From Barcelona, Arcade Fire. Broken Social Scene, Sigur Ros, Coldplay dan masih banyak lagi. Dengan filosofi nama tentang ‘sesuatu yang berlawanan’ Angsa & Serigala mencoba untuk menyatukan hal-hal yang berlawanan tersebut. 10 personel dengan background music yang berbeda-beda ini bergabung satu persatu pada bulan Maret 2008. Selain dengan konsep musik yang mereka tawarkan, jumlah personel yang cukup banyak ini memberikan trigger bagi publik dan cukup menyedot perhatian publik untuk melihat dan mendengarkan musik yang mereka tawarkan.

Banyaknya personel tidak begitu menyulitkan bagi Angsa dan Serigala dalam proses kreatifnya, bahkan dengan jumlah tersebut membuat mereka seperti sebuah ‘band keluarga’, hal ini bisa dilihat dari background personal tiap personel yang berbeda-beda tidak hanya dari segi taste music-nya aja. Kedekatan mereka menjadi inspirasi dalam pembuatan lirik yang banyak menceritakan tentang lingkungan sekitar. Dengan penggunaan Bahasa Indonesia dalam liriknya, Angsa dan Serigala memiliki sebuah pesan khusus di setiap lagunya yang dapat di pahami khususnya untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan, sebuah pesan sederhana mengenai kehidupan kita sehari-hari.

Masih dalam proses kreatif juga, di setiap panggungnya, Angsa dan Serigala memiliki cara sendiri untuk memvisualisasikan musiknya yang dekat dengan tema seni, audio dan visual yang menarik di atas panggung.

Seiring dengan waktu, saat ini Angsa dan Serigala terus mengembangkan musiknya dan juga mengalami perubahan formasi menjadi 6 personil.
Pengharapan yang takkan pernah terhenti, dengan usaha semaksimal mungkin, band Angsa dan Serigala ini berupaya terus memijakkan kakinya, panggung demi panggung, agar menjadi sebuah hiburan alternatif bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia ini.


Personil Angsa dan Serigala:

  • Hendra Araji (Vokal Utama / Gitar Akustik / Mandolin / Ukulele / Glockenspiel)
  • Meyga Sukmana (Vokal Wanita / Pianika)
  • Danny Mokoginta (Gitar Elektrik / Gitar Akustik / Vokal Latar)
  • Vicky Herdiana (Bass)
  • Vidi Herdiana (Drum / Perkusi)
  • Arditya Pradana (Keyboard / Synthesizer / Cowbell / Glockenspiel / Vokal Latar)
read more...

Biography White Shoes And The Couples Company

Berita Musik Terbaru
Biografi Band - White Shoes & The Couples Company adalah sebuah kelompok musik yang membawakan musik Pop Indonesia. Musiknya banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu dalam soundtrack filmclassic jazzclassic strings arrangements yang dibubuhi oleh irama retro disco, easy listening acoustic ballads dan sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir tahun 70-an. Indonesia tahun 70-an, dan terinspirasi dengan semangat akustik para musisi tahun 30-an. Ditambah dengan



White Shoes & The Couples Company terbentuk pada tahun 2002 disebuah kampus kesenian dibilangan Jakarta Pusat. Dua mahasiswa Seni Rupa, Aprilia Apsari (Sari) & Yusmario Farabi (Rio), yang sedang menjalin hubungan asmara memutuskan untuk membuat sebuah grup musik, dengan mengajak teman dekat satu fakultas mereka yang bernama Saleh. Maka terbentuklah formasi pertama grup musik White Shoes & The Couples Company. Sari pada posisi vokal & violin, Rio pada posisi gitar rythm serta Saleh pada posisi gitar melodi. Atas dasar kebutuhan, kemudian Sari & Rio mengajak sepasang suami istri dari fakultas musik, Ricky pada posisi Bass & Cello serta Mela pada posisi Keyboard, Piano & Viola. Terakhir Ricky mengusulkan untuk merekrut kenalannya, John Navid yang juga dari fakultas musik menduduki posisi drummer.

White Shoes And The Couples Company kemudian merilis debut albumnya pada tahun 2005 lewat label Aksara Records dan didistribusikan oleh Universal Music Indonesia. Selain itu White Shoes & The Couples Company juga turut mengisi album soundtrack film “Janji Joni” dan “Berbagi Suami” produksi Kalyana Shira Films.

Setelah sukses dengan album perdananya, White Shoes And The Couples Company memproduksi mini album (EP) berjudul ”Skenario Masa Muda” yang dirilis oleh Aksara Records pada bulan September 2007. Mini album kali ini berjalan berkesinambungan dengan pergerakan melestarikan filem Indonesia masa lalu yang bekerjasama dengan Kineforum(Komite Film Dewan Kesenian Jakarta) dan Pusat Arsip Film Sinematek Indonesia.

White Shoes & The Couples Company juga telah menandatangani kontrak dengan Minty Fresh Records, sebuah label rekaman yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat.
Sebelumnya, di bulan Januari 2007, pihak Minty Fresh Records bertemu dengan Aksara Records, yang kemudian sepakat memberikan lisensi kepada Minty Fresh untuk merilis album pertama White Shoes & The Couples Company.
Pada bulan September 2007 lalu, Minty Fresh Records merilis album pertama White Shoes & The Couples Company di lima wilayah yaitu Amerika Serikat, Mexico, Kanada, Australia dan Jepang. Dalam album rilisan Minty Fresh ini, White Shoes & The Couples Company menambahkan 2 bonus lagu yaitu Kapiten & Gadis Desa, dan Sabda Alam.

Artis-artis yang tergabung dalam Minty Fresh antara lain The Cardigans, Tahiti 80, Veruca Salt, Liz Phair, The Legendary Jim Ruiz Group, Kahimi Karie, Komeda, Ivy, The Poems, dan Prototypes.


Personil White Shoes & The Couples Company:
  • Saleh Husein (Gitaris Elektrik & Vokalis WSATCC)
  • Aprilia Apsari (Vokalis WSATCC)
  • Rio Farabi (Gitaris Akustik & Vokalis WSATCC)
  • John Navid (Drummer & Vibes)
  • Aprimela Prawidyanti (Piano, Viola, Synth, Keyboards, vocal)
  • Ricky Surya Virgana (Kontra Bass, Cello, Bass, Vokal)
read more...

Biography Cupumanik

Biografi Band - Di tahun 1996 Grup Band Cupumanik terbentuk, Che (vocal) dan Iyak (bass) yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Saat terbentuk pada tanggal 25 Oktober 1996, Bandung kota yang ditakdirkan untuk mempertemukan para personelnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculannya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, Foo Fighters sampai Alice in Chains.

Tepat ketika musik grunge sedang bergulir di era itu, Cupumanik mulai dikenal sebagai bintang tamu di banyak acara musik grunge, sebut saja acara grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu “Grungy”, di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung. Setelah itu mulailah merambah job manggung ke kampus-kampus, pensi, off air radio dan cafe yang sengaja membuat event seperti “99% Grunge”, “Seattle Sound Nite”.

Di tahun 1999, Cupumanik sudah mulai mengenalkan musik mereka sendiri, mereka sudah mulai memiliki keinginan kuat untuk mencari bentuk dan identitas musikal mereka. Lagu yang pertama kali diciptakan adalah berjudul Kuyup, sebuah penjelajahan musikal yang sangat blues dengan lirik yang sangat personal, mengenai deskripsi estetika sex. Lagu kedua yaitu Tentang Abu-Abu, sebuah lirik instrospektif mengenai diri yang sedang “high” tiba-tiba tersadar mendengar senandung adzan magrib. Lalu Aib sebuah lagu yang tercipta karena sebuah kondisi nyata seorang teman wanita yang dibuang keluarga dengan kisah hamil di luar nikah. Lagu Aib-lah yang membuat band ini makin dikenal, setelah lagu ini masuk ke dalam chart indie di radio.

Di tahun 2001, band ini makin menemukan bentuk musikalnya, fondasipun semakin kuat didukung personel yang makin solid setelah berganti-ganti personel sebelumnya. Che dan Iyak akhirnya menemukan Rama (gitar), Eski (gitar) dan Dony (drum). Single Maha Rencana di-publish oleh salah satu majalah sub culture bernama Ripple, dalam sebuah kaset dari bonus majalah mereka. Single Maha Rencana-lah sebuah tiket menuju scene music Bandung yang sangat heterogen dan besar persaingannya.

Rencana untuk merilis album sendiri dengan jalan independen akhirnya buyar setelah ada tawaran dari label major Sony Music, tawaran pertama dari mereka adalah membuat split album, side A CUPUMANIK dan side B adalah band Jakarta SAINT LOCO. Tawaran itu ditolak Cupumanik, tak lama setelah lobby-lobby panjang dengan Sony Music, label major lokal Aquarius Musikindo langsung menawari mereka full album di bawah bendera Pop Music/Aquarius. Tahun 2004 Cupumanik resmi bergabung dengan Aquarius untuk 2 album. Debut album major bertitel Cupumanik akhirnya rilis secara nasional pada April 2005. Dengan single pertama Maha Rencana.

Sebelum rilis album, di tengah-tengah masa rekaman album, Cupumanik melakukan rangkaian tour bersama band alternative /RIF yang juga asal Bandung, tour 5 kota di mulai dari kota Surabaya, berlanjut ke Malang, Yogyakarta, Cirebon dan berakhir di Jakarta. Di tahun 2005 akhir, band ini masuk kedalam album soundtrack film “Dealova” dengan single Perkenankan Aku Mencintainya, sebuah lirik yang memaparkan hubungan pelik sepasang kekasih yang berbeda agama. Single kedua dengan judul Bukan Saat Ini diluncurkan di akhir 2006, dan lagu ini pun masuk sebagai soundtrack film layar lebar “Ada Aku Kamu Ada”, di bulan Mei 2008.

Konsep “Love, Live and Empatyhy” menjadi tag line atau slogan yang sengaja dihembuskan kepada publik dan media sebagai sebuah slogan representatif atau gambaran lirik-lirik yang terkandung di album pertama mereka. Media bahkan menyebut mereka sebagai “sebuah band empathy rock”, “Band Grunge dari Bandung” dan ungkapan lain dari media seperti “Seattle Rock on Acid”. Publik grunge lokal, komunitas grunge di Jakarta, Bandung, Palembang, Cirebon, Bogor mengundang show mereka atas nama musik grunge, dan Cupumanik berkali-kali tampil sebagai headline dalam acara grunge seperti “Pearl Jam Nite” dengan sambutan yang sangat baik.

Saat ini Cupumanik sedang mengumpulkan materi album kompilasi yang akan diproduksi oleh PMI (Palu Musik Indonesia), sebuah label milik Pay BIP. Album itu akan diramaikan oleh Pay BIP, The Flowers, Private Harmony dan beberapa band dari komunitas Vacuum Noise, sebuah komunitas musik dari band-band yang pernah diproduseri Pay. Album kedua akan digarap setelah proyek kompilasi di pertengahan 2009, yang rencananya akan di produksi dengan jalan independent. Karena Cupumanik sudah dalam proses resign dengan label Aquarius. Tema lirik masih di seputar sikap personal dan reaksi terhadap keadaan politik, memperjuangkan mimpi, gumpalan kemarahan atas kondisi pembodohan karya, relasi sosial dan pengalaman metafis transendental. Musik masih akan kental nuansa grunge, blues, modern rock dan sentuhan rock N roll.


"Motivasi terbesar kami ingin segera merilis album kedua adalah untuk para Cupumaniak dan mengembalikan spirit musik grunge seperti saat pertama kali kami muncul"

Begitulah Iyak sang bassist menjelaskan ambisinya dalam sebuah interview. Cupumaniak adalah sebuah istilah atau sebutan bagi fans mereka di berbagai daerah. Kabarnya management Cupumanik mengelola fans mereka dalam sebuah wadah klub ngobrol yang bernama ISI (Interaksi Hati) yang jumlahnya semakin bertambah.

Personel Cupumanik :
Dony Setiawan - Drum
Eski Mulya Gunawan - Gitar
Muhammad Riyad a.k.a Iyak - Bass
Candra Hendrawan Johan a.k.a Che - Vocal
read more...

Biography The Paps

Biografi Band The Paps
Biografi Band - The Paps dibentuk pada tahun 2003, memulai karir mereka dengan membawakan lagu-lagu Bob Marley untuk memenuhi kebutuhan masyarakat reggae di Bandung dengan personil : Dave (vokal), Sagiet (gitar), Dimas (gitar), Erik (bass), dan Ganjar (drum).

Pemilihan nama band sendiri bisa dibilang cukup sederhana. “Kenapa The Paps? Menurut mereka karena kata itu keren dan catchy. Selain itu, kita kan laki-laki semua jadi bakal jadi papa-papa. Jadilah The Paps.

Band yang banyak terinspirasi oleh grup black music dan jamaican eclectric sound seperti Lord Tanamo (Jamaica), Panda Bear (Brooklyn), Angkatan Udara dan Los Jakartos ini mengaku berharap bisa tampil di hadapan publik internasional.



Pada tahun 2004, single pertama mereka "Life Is A Joke Big" dirilis pada Bandung Miller Time Kompilasi, sebuah album kompilasi band-band lokal yang terkandung dalam berbagai genre. Band ini kemudian diminta untuk terlibat dalam IRR (Reggae Revolusi Indonesia) setelah single pertama keluar.

Single kedua "Menggantung longgar Baby" dirilis pada tahun 2005 pada Reggae album kompilasi pertama Revolusi Indonesia (267records) yang berisi band-band reggae Indonesia.

Band ini mulai merekam album pertama mereka pada tahun 2006, dikombinasikan dengan reggae dub psychedelic dan sentuhan jazz soul.

The Paps adalah salah satu band yang "memprovokasi" pecinta Jamaican Sound Scene di Indonesia dengan musik dan lirik mereka.

Setelah beberapa kali perubahan anggota band, Personil "THE PAPS" sekarang adalah Dave (vokal), Sagiet (gitar), Daniela (gitar), Andrie (bass), dan Ganjar (drum).

Album pertama "Hang Loose Baby" (Zyape O Zyure Records) secara resmi dirilis pada tahun 2007. Dari sana, tanggapan publik kepada The Paps semakin bagus. Alhasil tawaran manggung pun semakin membanjir.

Pada lebih dari setengah dari satu dekade perjalanan mereka, The Paps, bersama dengan teman-teman dan masyarakat JamaicanSound di Bandung telah aktif melakukan banyak acara kolektif selain tampil di acara-acara sekolah atau non-sekolah, di dalam atau di luar kota.

Personil The Paps :
Dave - Vocal
Daniel - Guitar / Sampler
Sagiet - Lead Guitar
Andrie - Bass
Ganjar - Drums / Percussions
read more...

Biography Alone At Last


Biografi Alone At Last
Alone At Last adalah band indie asal Bandung yang terbentuk pada 6 April 2002. Berawal dari pertemanan Bahe dan Athink, keduanya punya mimpi yang sama yaitu membangun sebuah band yang bisa dijadikan alur untuk melepas arus emosi dan frustrasi diri lewat musik. Mimpi itu jadi nyata saat Indra dan Abox bergabung. Bahe (gitar), Athink (drum), Indra (gitar/backing vocal), dan Abox (bas/backing vocal) kemudian sepakat menamakan mimpi mereka dengan nama Alone At Last.

Gigs Free at Last #1 yang digelar di Buqiet Café jadi langkah awal Alone At Last* menyemarakki scene musik bawah tanah Bandung. Namun, mereka belum merasa pas dengan formasi Bahe, Athink, Indra, dan Abox. Adalah Indra yang mencetuskan ide untuk mencari vokalis baru. Dan tak lama kemudian Yaz bergabung.

Seiring kedatangan Yaz, Alone At Last* justru kudu kehilangan Abox. Basis pertama mereka itu terpaksa angkat kaki karena harus fokus pada pekerjaan. Posisi Abox lantas diisi Ubey.

Dengan formasi Yaz (vokal), Bahe (gitar), Indra (gitar), Athink (drum), dan Ubey (bas), Alone At Last* tampil lebih solid. Hal itu mereka tunjukkan dengan keluarnya EP Sendiri vs Dunia pada 2004. EP yang dirilis Absolute Records ini langsung menyita perhatian dan mendongkrak bendera Alone At Last* ke level lebih tinggi.

Namun sekali lagi mereka harus kehilangan salah satu personel asli. Awal 2006, Indra terpaksa meninggalkan band yang turut didirikannya karena harus melanjutkan studi. Posisi Indra digantikan Ucay.

Efek EP Sendiri vs Dunia membuat Alone At Last* bisa belajar banyak tentang bagaimana membangun eksistensi sebuah band. Ada cucuran keringat yang sangat deras di balik semua itu.

Di tengah perjalanan menggarap album pertama pada 2007, Alone At Last* harus mengalami goncangan: Bahe mengundurkan diri. Mereka bergerak cepat mencari pengganti Bahe. Pilihan jatuh pada David yang kemudian diangkat jadi additional player.

Tahun 2008, Alone At Last merampungkan album pertama. Masih di bawah label Absolute Records, album itu diberi tajuk Jiwa. Album yang menjadi manifestasi pendewasaan seluruh aspek mulai dari musik sampai keluarga besar Alone At Last.

Secara keseluruhan mereka telah merilis 3 album dengan Absolute Records, SENDIRI vs Dunia - EP (2004), Jiwa (2008), single "Takkan terhenti Disini" (2010), dan Integriti dendgan Lonelyend Records (2012). Alone At Last* memiliki kelompok penggemar inti terkonsentrasi di cepat, modal musik kosmopolitan Indonesia, Bandung dan di kota-kota lain di Jakarta, Surabaya, Jogja, Bali, Semarang, dan Makasar. Jaringan ini didukung oleh dan mudah diakses untuk manajemen jaringan mereka, "Stand Alone Kru".

Mungkin banyak yang bertanya kenapa selalu ada tanda bintang di akhir nama Alone At Last? Itu tak lebih dari sebuah simbol visi Alone At Last yang selalu ingin jadi bintang. Dalam arti, selalu mencerahkan kehidupan lewat musik. Pencerahan bagi diri sendiri, teman, dan lingkungan.

Personil Alone At Last* :
Yas  - Vocal
Ubey - Bass
Ucay - Guitar
Athink - Drum
Indra Papap - Guitar

read more...

Biography Closehead

Biografi Closehead
Closehead dibentuk pada tanggal 18 Januari 1997 , bermula dari ide sekelompok anak muda penuh semangat yang menyukai musik beraliran Melodic Punk, maka terbentuklah sebuah band yang bernama Closehead dengan beranggotakan Aid (guitar Back.Vocal) Lam-Lam (Bass, Back. Vocal), Mario (Vocal. Guitar) dan Ijan (Drum).

Pada awal terbentuknya Closehead, banyak dipengaruhi oleh band-band luar yang bergenre Melodic Punk seperti Not Available, MXPX, Blink 182, dan band lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, Closehead mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dengan harapan semua orang dapat menerima lagu-lagu yang mereka ciptakan.

Dalam perkembangannya untuk menciptakan suatu band yang solid, Closehead banyak melakukan beberapa perombakan dalam segi formasi band. Terhitung selama kurang lebih 6 tahun telah, terjadi pergantian personil sebanyak 5 kali, yang membuat musikalitas mereka berkembang menuju titik yang solid.

CloseHead beranggotakan Aid (guitar Back.Vocal) Lam-Lam (Bass, Back. Vocal), Mario (Vocal. Guitar) dan Ijan (Drum). Kemudian terjadi banyak perombakan pada posisi Vocalist. Akhirnya pada tahun 2001, CloseHead dengan formasi Nannu (Vocal, Guitar), Aid (Guitar, Back. Vocal) Lam-Lam (Bass, Back. Vocal) dan Ijan (Drum) mulai menunjukan eksistensinya di jagad permusikan Indie baik di Bandung maupun luar kota.

Setelah 4 tahun bertahan dengan formasi tersebut, akhirnya Nannu dan Ijan memutuskan untuk hengkang dari CloseHead. Sepeninggalan Nannu dan Ijan, CloseHead berjalan dengan 2 personil tetap dan 2 additional player pada Guitar dan Drum. Akhirnya pada tahun 2007, CloseHead mulai berdiri kembali dengan formasi yang baru yaitu, Lam-Lam (Bass, Vocal), Aid (Guitar, Vocal), Bobs (Drum), Anton (Additional Guitar, Back. Vocal) dan Iqbal (Additional Keyboard).

Setelah melalui berbagai perkembangan musik khususnya di kota Bandung dan tampil dalam berbagai event musik, CloseHead mulai mencoba menampilkan warna musik mereka sendiri. Dan setelah mengikuti beberapa kompilasi yang bergenre Melodic Punk di Bandung.

Closehead mulai mencoba menampilkan warna musik mereka sendiri. Dan setelah mengikuti beberapa kompilasi yang bergenre Melodic Punk di Bandung, Closehead akhirnya menghasilkan sebuah mini album (EP) yang dirilis pada bulan Juli 2002 oleh My Own Deck Records dengan menampilkan 5 lagu andalannya. Dan di Bandung sendiri, lagu Closehead telah masuk dalam request line beberapa radio swasta terkemuka di Bandung, dan sebuah lagu Closehead yang bertitle ‘Eat My Holiday’ sempat menjadi top chart Indie di sebuah radio swasta terkemuka di kota Bandung.

Kemudian pada tahun 2007, CloseHead merilis sebuah Split Album bersama Disconnected yang bertitle “DiscoPunkHead” dibawah naungan Heaven Records. Dan di Bandung sendiri, lagu CloseHead telah masuk dalam request line beberapa radio swasta terkemuka di Bandung, dan sebuah lagu CloseHead yang bertitle ‘Berdiri Teman’ sempat menjadi top chart Indie di sebuah radio swasta terkemuka di kota Bandung sampai dengan sekarang. Adapun visi dan misi CloseHead sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia. Dan menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan dan menampilkan yang terbaik bagi para ’Teman’ CloseHead sendiri baik dalam live stages maupun dalam karya musik yang keluarkan.

Saat ini CloseHead sedang dalam proses pembuatan full Albumnya. Adapun visi dan misi Closehead sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia, menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan serta mampu menghibur, khususnya kalangan muda yang banyak mengalami dinamika perkembangan zaman dan menampilkan performa terbaik bagi para pendengar Closehead baik dalam live stages maupun dalam karya musik (materi lagu) yang Closehead hasilkan.

Personil Closehead :
Matien - Guitar & Vocal
Herdy - Guitar & Vocal
Husein - Bass
Ijan - Drum
read more...

Biography Souljah

Biografi Souljah
Souljah adalah grup band yang dibentuk pada tahun 1998 ketika sebagian besar personilnya masih kuliah di Universitas Indonesia, pada awalnya bernama Arigatoo yang membawakan musik beraliran SKA. 

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya penguasaan Jamaican musik mereka, pada tahun 2005 Arigatoo berganti nama menjadi Souljah. Kata 'souljah' sendiri berasal dari pelafalan slang kata 'soldier'.


Formasi Souljah saat ini antara lain Danar (vokal), Sa'id (toasting), Renhat (bass), Bayu (gitar), David (keyboard), dan Vino (saxophone). Mereka melanglang buana dari satu panggung ke panggung lain dengan mengusung aliran musik regae.

Reggae adalah salah satu pilihan dalam musik mereka. Sebenarnya, Souljah memainkan semua genre Jamaican musik, mulai dari SKA, rocksteady, reggae, serta dub dancehall. Yang membuat mereka memilih aliran musik ini adalah karena mereka sudah memainkan genre Jamaican musik ini sejak tahun 1998.

Saat masih menyandang nama Arigatoo, grup ini telah tergabung dalam sebuah album kompilasi keluaran Authority Records dari Jepang. Album yang berjudul ASIAN SKA FOUNDATION ini dirilis pada tahun 2003. Sebelumnya, mereka juga turut mengisi album kompilasi keluaran Sony Music Indonesia yang bertajuk SKA MANIA pada tahun 2000.

Kemudian pada tahun 2003, Arigatoo merilis sebuah album yang bertajuk KAMI BUKAN PERAWAN LAGI, sebelum akhirnya mereka berganti nama menjadi Souljah dan merilis album pertamanya "BREAKING THE ROOTS" pada tahun 2005, dengan single andalannya, Jamaica's Away. 

Pada tahun 2007, Souljah merilis album kedua mereka yang diberi judul "BERSAMAMU", dengan single andalannya yang juga berjudul Bersamamu. Album tersebut kini hanya dijual di Indonesia, namun bagi mereka yang berada di luar indonesia dan ingin memiliki album ini, bisa membelinya lewat itunes.

Album ketiga Souljah yang bertajuk "MESTAKUNG" dilepas pada tahun 2009. Mestakung adalah kependekan dari Semesta Mendukung. Album ini sekaligus melengkapi 'trilogi' merah-kuning-hijau. Penggemar Souljah yang memiliki album lengkap band ini akan mendapatkan susunan merah, kuning, dan hijau saat menata kaset atau CD mereka berurutan.

Souljah terinflunce oleh Skatalites, Save Ferris, Tim Armstrong, Bob Marley & The Wailers, Jason Mraz, No Doubt, Tsuyoshi Kawakami & His Moodmakers, Hepcat, Go Jimmy Go, The Miceteeth, Bedouin Soundclash, MMB, Sean Paul, Shaggy, dan Big Mountain.

Hingga kini, Souljah aktif diundang dari panggung ke panggung di Indonesia, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Dan kesibukan Souljah sekarang adalah mempersiapkan album keempat mereka yang dirilis di bawah naungan record label yang baru mereka dirikan, Offbeat Music Indonesia.

Personil Souljah:
Danar - Vocal
Said - Toast
Renhat - Bass
David - Keyboard
Vino - Saxophone
read more...

Biography Marqpat

Biografi Marqpat
Marqpat adalah grup band asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang memilih musik reggae dalam berkarya, terbentuk pada  tanggal 27 agustus 2007, akan tetapi band ini mulai aktif pada pertengahan 2008.

Dari kata yang sering diucapkan ketika sedang nongkrong, markipat yang artinya mari kita patungan, lahirlah sebuah nama band reggae Marqpat dari Banjarnegara, Jawa Tengah.

Nama yang unik ini mereka pilih karena nama tersebut memiliki prinsip kebersamaan untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan bersama.




Band ini mempunyai 7 personil, yaitu: Dapon/Uup (vokal), Adhy/Mbahe(gitar), Gita (gitar), Tiar (bass), Yunuz ( drum ), Agus (keyboard), Aiz (djembe) dan Dhio (perkusi).

Di tangan-tangan mereka inilah tercipta beberapa lagu Marqpat yang sudah banyak diunduh (download) oleh penikmat reggae di bumi nusantara ini.

Salah satu lagu hits mereka adalah "Prapatan Banjar" yang menjadi lagu wajib berkumandang disetiap mereka berada di atas panggung, lirik dari lagu ini sangat unik dan dapat tergambar jelas suatu lokasi di daerah banjar yang selalu menjadi tujuan para lelaki hidung belang.
Marqpat memilih reggae sebagai jalur bermusik mereka karena menurut mereka reggae adalah musik yang asyik dan bisa membuat kita damai. Mereka menjadikan Bob Marley, Tony Q rastafara, Steven & Coconut treez, Shaggy Dog dan musisi lainnya sebagai tokoh panutan mereka bermusik.

Harapan mereka akan musik ini cukup bagus, yaitu ingin musik reggae selalu ada dan tidak ditelan oleh waktu. Sedangkan untuk kedepan, mereka akan menyiapkan album perdana mereka.

Personil Marqpat :
Dapon - Vokal 
Adhy - Guitar 
Githa - Guitar 
Tiar - Bass 
Yunuz - Drum 
Dha'o - Keyboard 
Aiz - Djembe
read more...

Biography God Execution

Biografi God Execution
God Execution adalah grup musik death metal/metalcore asal Semarang, terbentuk pada pada pertengahan maret 2012, beranggotakan 4 orang anggota sirkus Ade Nugroho (Vocal), A.Adi Pamungkas (Guitar), Data Wardhana (Drum), dan Ardi Prastyawan (Bass) yang menyukai musik Metalcore dan Death metal.

Kesamaan aliran musik diantara masing masing personil God Execution yang terinfluence oleh musisi-musisi dunia yang mengusung genre death metal dan metalcore.


Musisi-musisi seperti: As I Lay Dying, The Black Dahlia Murder, Carcass, Nile, Caliban, In Flames, Neaera, Suicide Silence, As Blood Runs Black, dan Trivium yang terus mengispirasi dan membuat mereka terus berjalan bersama.

Awal terbentuk God Execution terjadi pada awal maret 2012 yang bermulai dari perbincangan Ade Nugroho pada posisi vokal, Adi Pamungkas aka Bendot posisi gitar, dan Data Wardhana posisi drum, dari situ mereka memulai jamming dengan konsep metalcore sederhana, kemudian masuklah Ardi Prastyawan a.k.a Bounce untuk mengisi kekosongan diposisi bass.

Dari latihan, gigs, hingga membuat lagu dan berbagai hal yang mereka lalui hingga saat ini merupakan kesenangan tersendiri bagi God Execution.

Filosofi dari nama God Execuiton adalah motivasi bagi mereka untuk terus mengeksekusi apa yang ada di depan mata dengan sebaik baiknya. Mereka berharap Musik God Execuiton dapat diterima oleh para pecinta musik bawah tanah maupun atas tanah maupun luar tanah maupn samping tanah dan sebagainya.

Setelah berjalan lebih dari setahun, God Execution telah merilis single pertama mereka yang berjudul "Nonhuman Creature", tepat pada bulan april 2013 God Execution merilis single mereka secara gratis melalui media internet.

Personil God Execution :
Ade Nugroho - Vocal
A.Adi Pamungkas - Guitar 
Data Wardhana - Drums
Ardi Prastyawan - Bass
read more...

Biography Gribs

Biografi Gribs
Gribs memang menoreh jati dirinya sesuai dengan gaya rambut keempat personilnya. Ada yang gondrong dan ada yang kribo. Nama Gribs mulai mereka sandang secara resmi pada 13 Mei 2008. Namun sebetulnya kuartet rock ini justru telah berikhtiar menegakkan band ini sejak tahun 2005.

Terdiri atas Rezanov (vokal), Dion Blues (gitar), Arief Tri Satya (bass) dan Rashta (drum). Keempat bersahabat dan memiliki ikatan persaudaraan ini memang menggandrungi genre musik rock terutama kekaguman mereka terhadap band band rock yang mengandalkan kepiawaian bermain musik.


Jadi tak heran bila Rezanov menyebut sosok Robert Plant, Sebastian Bach, Minoru Nihara, Bon Scott serta Achmad Albar, sebagai deretan penyanyi yang mempengaruhi dan membentuk karakter vokalnya yang liar, melengking dan mempesona.

Gitaris Dion Blues malah mengaku mengagumi gitaris John Frusciante dari Red Hot Chili Peppers dan Paul Gilbert dari Mr Big.

Pencabik bass Arief mengidolakan bassist legendaris Led Zeppelin, John Paul Jones, Sting, Flea (bassist Red Hot Chilli Peppers), Geddy Lee (bassist Rush) dan bassist jazz rock Jeff Berlin.

Lalu drummer Rashta mengaku tersihir oleh permainan drum John Bonham (Led Zeppelin), Tommy Lee (Motley Crue) dan Mike Portnoy (Dream Theater).

Dari sederet pemusik yang menjadi bayang pengaruh Gribs dalam bermusik, sebetulnya secara sederhana kita telah bisa mereka-reka seperti apa warna musik yang dijejalkan oleh kelompok Gribs ini yang telah tampil dalam beberapa pentas rock seperti “Jakarta Rock Parade” (2008) maupun “Java Rockin’ Land” (2009).

Rasanya belakangan ini amat jarang band band berjubah rock yang tampil dalam industri musik negeri ini. Namun ditengah paceklik grup rock muncullah band baru dengan langkah gagah. Kenalkan Gribs yang merupakan akronim dari Gondrong Kribo Bersaudara.

Rasanya sudah lama kita tak tersentak dengan dentuman bass dan drum yang hiperkinetik, juga raungan gitar elektrik yang berpadu dengan lengkingan penyanyi rock sejati. Tapi kerinduan semacam itu seolah pupus dengan pemunculan Gribs.

Setidaknya membuat kita seolah terlontar ke era 80-an, di saat band band seperti Van Halen, Alcatrazz, Skid Row, Quiet Riot, Giuffria, Dokken, Motley Crue, Guns N’Roses hingga Bon Jovi tengah merengkuh kejayaan. Atau setidaknya di Indonesia di era yang sama tengah juga tengah berkibar grup grup rock seperti Grass Rock, Kaisar, Andromeda, Rolland, El Pamas, Roxx hingga EdanE.

Dan jika menyimak album debut Gribs yang berisikan 13 lagu ini rasanya siapapun yang menyimak pastilah mahfum bahwa Gribs tak syak lagi merupakan band yang ingin menyatukan kembali serpihan serpihan gaung rock era 80-an yang saat itu menyeruak dengan terminologi seperti hair band maupun glam-rock.

Selain menampilkan kualitas rock yang mumpuni, musik Gribs pun menjadi setara dengan pola penulisan lirik dengan tema tema yang beragam.

Mulai dari persoalan lingkungan yang kian kritis, romansa maupun yang berbau kritik sosial. Terlihat jelas bahwa Gribs memiliki perhatian lebih pula terhadap kekuatan lirik. Bahwa bagi Gribs sendiri, divisi lirik sebetulnya bukanlah sekedar penempelan deretan kata tanpa asumsi pada notasi musikal. Melainkan justru menjadi semacam kesatuan yang bersenyawa, yang tak bisa dipisahkan. Sebuah simbiose mutualisme nan padu. 

Personil Gribs :
Rezanov - Vocal
Dion Blues - Guitar
Arief Tri Satya - Bass
Rashta - Drum
read more...

Biography Brother Oi

Biografi Brother Oi
Brother Oi adalah grup musik ska asal kota Bandar Lampung, berawal dari kumpul-kumpul pada sebuah tempat yang nyaman, indah, dan bebas berekspresi. Pada pertengahan tahun 2004 Brother Oi terbentuk dengan sembilan personil yang terdiri dari Aci, Aal, Ucus, Domba, Ijal, Yua, Garry, Ijul dan Abib.

Banyak band dalam negeri hingga luar negeri yang menginfluence Brother Oi, diantaranya : Artificial Life, Shaggydog, Bad Manners, The Specials, 311, Sublime, Flogging Molly, Alpha Boy School.





Berbagai macam intrik-intrik dalam kehidupan yang mengilhami karya dari miliknya Brother Oi. Di mulai dari pahit manisnya cinta yang mereka alami dan mereka tuangkan di single mereka yang berjudul "Senyum Hati dan Cinta".

Sebagai apresiasi terhadap klub sepak bola kebanggaan masyarakat Lampung Brother Oi merilis lagu yang bertitlekan “PSBL” dengan harapan klub sepak bola kota Bandar Lampung ini bisa berbicara banyak dalam kompetisi di Indonesia.

Waktu menjadi kendala bagi setiap band, begitu pula yang terjadi pada band ini, aktivitas para personil terkadang menjadi hambatan karena band ini masih di dominasi oleh para mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di kota Bandar Lampung. Tapi dengan penuh rasa kebersamaan, para personil ini tetap mencoba meluangkan waktu demi kemajuan Brother Oi.

Menurut mereka perjalanan Brother Oi masih panjang untuk menggebrak kancah musik dalam negeri, sebuah harapan dengan cita-cita yang luhur dan di dorong dengan budi pekerti agar dapat terus berkarya.

Brother Oi ingin mencoba terus mengasah kemampuannya dalam bermusik dan terus berkarya melalui lagu-lagu yang tercipta.

Personil Brother Oi :
Aci - Vocal
Ucus - Guitar
Aal - Guitar
Domba - Bass
Garry - Trumpet
Ijal - Trumpet
Yuwa - Trombone
Ijul - Keyboard
Abib - Drum
read more...

Biography Seven Minds

Biografi Seven Minds
Sevend Minds adalah grup musik yang berasal dari Lampung dengan mengusung genre pop rock alternative. Memiliki hobi yang sama yaitu bermain musik, mereka memutuskan untuk membentuk grup band dan awal terbentuk band ini pada tahun 2007 yang mereka beri nama "Seven Minds".

Arti dibalik nama Seven Minds yang berarti tujuh pikiran yang melambangkan inspirasi dari diri mereka sendiri, teman-teman, dan keluarga. Mereka hanya berlima dan oleh karna itu mereka dedikasikan dua angka lagi untuk teman-teman dan keluarga.



Musik Seven Minds sendiri terinfluence dari band-band pop rock alternative dari tahun 2000 hingga sekarang, diantaranya : B
reaking Benjamin, Creed, Bullet For My Valentine, The Used, May Day Parade, Silverchair.

Hasil karya seven minds sendiri bercerita tentang realita kehidupan, persahabatan, cinta, patah hati, kemarahan, dan tangisan hati yang mereka luapkan dalam sebuah karya yang berbentuk musik.

Pada 2009 akhir mereka mengeluarkan single pertama yang berjudul "Pembohong", single tersebut diterima baik oleh penikmat musik khususnya di kota mereka.

Pada tahun berikutnya mereka kembali merilis single anyar "Mati Saja", dan single  tersebut mengambil perhatian para penikmat musik  lewat lirik yang unik, selain panggung musik mereka juga memamfaatkan sosial media  yang ada di Internet  untuk mempublikasikan karya-karya mereka.

Pergantian personil dibeberapa posisi karena alasan-alasan tertentu tidak membuat Seven Minds berhenti untuk menciptakan karya-karya hingga sekarang.

Single-single berikutnya "Lelah Ku Bertahan", "Tangisan Hati" dan "I Miss You" (Acooustic) menggambarkan semakin matang mereka dalam bermusik."Jika Anda ingin sesuatu yang belum pernah Anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan" tutur mereka.

Personil Seven Minds :
Firdaus Yudha - vocal
Niwe Blank - Lead Guitar
Galih Pratama - Rhytme Guitar 
Kholis - Drum 
Galuh Tinswax - Bass

read more...

Biography Uncle Freak

Biografi Uncle Freak
Uncle Freak adalah grup musik yang berdiri pada 28 Desember 2008 lalu, berisikan lima personil inti, yakni Aditya Kalam (vocal + lead guitar), Mamed (backing vocal + rythem), Kuple (bass), Maykes (drum) dan Yuda (trompet). Eksis, produktif dan selektif, menjadi filosofi sekaligus motto dari terbentuknya Uncle Freak. 

Mengusung genre ska punk dan berlabel freak house, band ini memadukan berbagai aliran musik yang menjadi ciri khasnya. Perpaduan tersebut, lebih pada konsep ska, punk, reggae, dub yang mampu menghasilkan inovasi musik baru. 


Kolaborasi dari jati diri masing - masing personil ini, justru membuatnya band ini mampu eksis dan menembus pasar musik nasional.

"Bagi masyarakat kebanyakan, mungkin musik kami tidak terlalu akrab ditelinga. Tapi dikalangan pecintanya, Uncle Freak menjadi salah satu band asal Lampung yang berhasil mendapat tempat dihati penggemar di sejumlah kota tanah air.

Saat ini tercatat lebih dari 5 ribu fans setia yang tersebar, seperti di Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Lampung dan kota lainnya," ungkap Aditya Kalam vokalis sekaligus lead guitar Uncle Freak.

Aditya menambahkan, tema dari lirik lagu yang dibawakan band ini lebih pada realita kehidupan. Sedangkan untuk kemasannya tetap pada ciri khas ngebit dan ceria, yang sejatinya mengajak pendengarnya untuk bersemangat. Oleh sebab itu, setiap lagu yang lantunan selalu diiringi dansa dan goyangan ala ska punk.

Selain itu, saat ini Uncle Freak telah menghasilkan total 12 track lagu, lima di antaranya telah di rilis dan menjadi kesemuanya menjadi hit panggung dan dunia maya (internet). Bahkan, sejak 2008 di situs ReverbNation menjadi urutan pertama dari chat musik reggae dunia.

Berbicara soal referensi musik, tambah Aditya, Uncle Freak lebih mengarah pada ciri musik Sublime, Rancid, Nofx, Mighty - Mighty Bosstones dan grup musik dunia sejenisnya.

Pengalaman manggung Uncle Freak sudah banyak sekali, band ini kerap kali menjadi opening act sejumlah band papan atas Indonesia. Sebut saja, teen two five, SID, Saggy Dog, Tipe X, Burger Kill dan sejumlah band bergenre ska, punk, metal dan sejenisnya.

Menurut mereka, untuk konsep musik yang di hadirkan lebih kepada easy listening, santai dan simple. Keterpaduan musik dan penyatuan rasa antar personil juga turut serta dalam menimbulkan jiwa (soul) dari tiap bait lirik yang dinyanyikan.

"Untuk filosofi nama, Uncle Freak diambil dari bahasa inggris yang berarti paman aneh. Maksudnya, tiap dari kami (personil) tidak ingin cepet tua dan ingin selalu berkarya. Termasuk juga dalam tiap penampilan, kami lebih memilih lifesytle yang gokil. Tapi, tetap apa adanya sesuai dengan musik yang kami mainkan".

Hal terpenting bagi Uncle Freak adalah musik yang dimainkan lebih pada untuk dinikmati, bukan hanya untuk dinilai. Selain itu, harapan secara internal, seluruh personil Uncle Freak mampu untuk saling menjaga kebersamaan, kekompakan dan saling "mencintai" serta menutupi kekurangan satu dan lainnya dengan rasa kekeluargaan.

Personil Uncle Freak :
Aditya Kalam - Vocal & Lead Guitar
Mamed - Vocal & Rhytem Guitar
Ary Wijaya - Bass
Maykes Yulius Tambora - Drum
Yudha Suryadinata - Trumpet
read more...

Biography Sore

Biografi Sore
Sore dibentuk oleh tiga teman masa kanak-kanak (Ade Paloh, Mondo Gascaro & Awan Garnida). Pada akhir tahun 2001 Awan Garnida membawa dua teman-teman lain (Bembi Gusti & Reza Dwiputranto) untuk membentuk kelompok yang mereka sebut SORE (berarti "sore" dalam bahasa Indonesia).

Pada tahun 2005 akhir tahun 2004 dan awal mereka memberikan kontribusi dalam beberapa album kompilasi.

Kompilasi yang pertama adalah kompilasi musik dari scene Jakarta indie yang disebut "JKRT: skrg" (suatu abreviation dari "Jakarta, Sekarang" yang berarti "Jakarta, Now" ) dirilis oleh Aksara Records. Yang kedua adalah film original soundtrack "Janji Joni", juga dirilis oleh Aksara. 

Akhirnya pada bulan Juli 2005 mereka merilis panjang penuh debut album mereka "Centralismo" (Aksara Records), yang sebagian menjadi upeti ke Jakarta Pusat, di mana sebagian besar anggota dibesarkan. Musik mereka sangat bervariasi dari trek untuk melacak sebagai anggota masing-masing menyumbang bernyanyi memimpin dan lagu-menulis dalam album ini. Penggunaan instrumen vintage yang mungkin membuat kenangan sedikit era keemasan musik pop dari 50-an, 60-dan 70 hanya tanpa retro-ish. 

Produk musik Sore itu adalah bunga rampai dari beberapa genre yang diperoleh antusias dari mendengarkan dan mengalami musik dari dekade berbagai abad ke-20, dan berpuncak pada apa yang hanya dapat digambarkan sebagai" "rock kolase" ", sebuah, benar-benar baru benar-benar menarik sonic pengalaman.

Itu tenang album debut sukses dari seorang seniman indie, seperti yang terlihat dari ulasan yang media dan artikel. Ini menerima "empat bintang (****)" dari koran Jakarta Post. Pada September 2005 "Centralismo" ditinjau dalam majalah TIME ASIA sebagai "Salah satu Album WorthBuying Asia". Pada akhir 2007 album ini menempati peringkat no 40 dalam "150 Album Greatest Indonesion of All Time" di Rolling Stone Magazine Indonesia. 

Sambil mempersiapkan bahan mereka untuk album kedua mereka, mereka terlibat dalam empat album soundtrack lainnya asli: "Berbagi Suami" (Cinta Untuk Saham); "Kala" (Waktu Mati), Quickie Express, "Perempuan Punya Cerita" (Nyanyian dari Lotus) , salah satunya menjadi hit single, "Pergi Tanpa Pesan", pengerjaan ulang dari klasik jelas Indonesia dari akhir 1950-an. Dalam tiga dari film ini Bembie gusti dan Mondo Gascaro bersama dengan rekan mereka, Aghi Narottama juga bekerja sebagai direktur musik. 

Dan sekarang setelah bekerja bahan mereka selama lebih dari satu tahun, mereka baru saja realesed album kedua mereka berjudul "Ports of Lima" (Aksara Records - 2008) untuk pujian kritis besar. Musik dalam album ini relatif padat di tekstur dari rilis sebelumnya, dengan gitar lebih banyak dan distorsi, dan kepekaan atmosfer kuat.

Meskipun banyak tema dari lagu-lagu berasal dari pengalaman pribadi, bioskop, juga akan datang sumber inspirasi mereka, seperti yang ditunjukkan oleh lagu-lagu seperti "Essensimo" (400 Truffaut ini Blows), 400 Elegi (Elephant Man Lynch), Come By Sanjurou (Kurosawa Sanjurou).

Personil Sore :
Ade Paloh - Guitar & Vocal
Awan Garnida - Bass & Vocal
Bemby Gusti - Drum & Vocal
Mondo Gascaro - Keyboard & Vocal
Reza Dwiputranto - Guitar & Vocal
Dono Firman - Keyboard & Sample
read more...

Biography Thirteen

Biografi Thirteen
Thirteen adalah grup musik asal Jakarta yang didirikan pada akhir tahun 2006. Raynard, (mantan Pembunuhan Robot) dan Bobond (LoveHateLove) bertemu dan berbagi gagasan untuk membentuk kelompok baru dengan misi untuk menyajikan musik yang unik dan inovatif yang bertabrakan dan melengkapi dengan berbagai kelompok musik metal.


Saat itu Bobond yang mulai mengundang teman-temannya untuk bergabung dengan tujuan membentuk grup musik yang baru. 

Mereka adalah teman-teman Bobond yaitu Echa (The Soul Shoes), Adit (The Soul Shoes), Dicky (ex-Menyedihkan) dan Rudy (Amakusa).



Pada awal pembentukan ini baru bernama Devil May Cry namun nama ini ditolak dua kali oleh Tom Myspace sebagai nama Devil May Cry telah digunakan oleh kelompok lain. Oleh karena itu seluruh anggota setuju untuk mengubah nama kelompok untuk "Thirteen".

Pada tahap awal Thirteen tidak berjalan lancar sebagai Raynard masih terlibat dengan kelompok tua, The Murder Robots. Ketika Raynard memutuskan untuk meninggalkan Pembunuhan Robots, Thirteen mulai roll dan mulai untuk membuktikan bahwa mereka sangat serius dalam musik mereka dan mulai menciptakan sesuatu yang "berbeda" untuk kesenangan mereka sendiri.

Thirteen menyajikan musik konvensional, terutama dengan percobaan metal dicampur dengan beat yang unik, suara synthesizer, efek gitar, disertai dengan geraman / menjerit dan suara yang lembut. Pada saat ini kebanyakan Thirteen memainkan kompilasi sendiri dan The Devil Wears Prada bertindak sebagai lagu penutup.

Thirteen telah melakukan pertunjukan musik dengan baik di beberapa gigs dan acara di Jakarta. Tanggapan dari penonton yang menggembirakan. Mereka berharap untuk dapat terus menciptakan musik yang bagus dengan lirik yang lebih baik, meningkatkan keterampilan teknis, kinerja tahap perbaikan dan mudah-mudahan ini akan dicapai dengan pembentukan personil yang ada.

Pada saat ini Thirteen memiliki delapan lagu dalam portofolio. Musik dan lirik yang sepenuhnya dibuat dan disusun sendiri.

Banyak teman-teman, penggemar dan penonton sering bertanya: "Apa gaya kelompok Anda" Terus terang, Thirteen tidak tahu jawaban yang benar karena dalam setiap lagu Thirteen Anda akan menemukan banyak unsur musik seperti Metal, Emo, screamo, Diskotik?, Punk, Jazz, Funk, dll Thirteen akan mencoba untuk tidak mengikuti aliran musik tertentu karena Thirteen senang berimprovisasi dan berharap bahwa musik akan menghibur penonton yang lebih luas. Oleh karena itu, kita berpikir Genre kita mungkin merupakan jenis campuran Eksperimental / Progressive / Electro atau Anda dapat menyebutnya Whatevercore.

Personikl Thirteen :
Raynard Rahardja - Scream & Growl
Jodi Melani - Clean Voc
Dicky Suhandi - Bass
Bondry Haryo Anabrang - Guitar
Rizky Zulfian - Keyboard & Synth 
Radityan Akbar - Drum
read more...
Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Berita Menggemparkan All Rights Reserved.