Showing posts with label Reggae. Show all posts
Showing posts with label Reggae. Show all posts

Tony Q Rastafara Akan Menggelar Pesta Rilis Album "Menjemput Mimpi"

Berita Musik Terbaru


Berita Musik Terbaru - Legenda hidup musik reggae nusantara yang dikenal dengan nama Tony Q Rastafara akan menggelar pesta rilis album ke sebelas miliknya pada tanggal 30 Mei 2014 mendatang di Rolling Stone Cafe Indonesia, Jakarta. Album terbaru milik Tony Q Rastafara ini diberi titel "Menjemput Mimpi" dan digarap oleh Salam Damai Production

Dalam pestanya kali ini, Tony Q Rastafara juga akan mengundang beberapa musisi untuk turut memeriahkan acara. Mereka yang dinobatkan untuk tampil bersama Tony Q Rastafara diatas panggung adalah Melanie Subono, Ipang (BIP), Nuggie, Vicky (Burgerkill), Candil (eks-Seurieus), dan Roy Jeconiah (eks-Boomerang).

“Yo man- teman .. Persiap kan utk launching album “Menjemput Mimpi “tgl 30 mei di Rolling Stones cafe kemang jak-sel .. Salam Damai” ujar Tony Q Rastafara melalui akun Twitter @tonyq_rastafara beberapa waktu lalu. Tiket untuk acara launching party album Menjemput Mimpi bisa ditebus seharga Rp. 175.000,- (pre-sale) dan Rp 200.000,- (on the spot) sudah termasuk CD, poster, dan soft drink atau bir.
read more...

Biography The Paps

Biografi Band The Paps
Biografi Band - The Paps dibentuk pada tahun 2003, memulai karir mereka dengan membawakan lagu-lagu Bob Marley untuk memenuhi kebutuhan masyarakat reggae di Bandung dengan personil : Dave (vokal), Sagiet (gitar), Dimas (gitar), Erik (bass), dan Ganjar (drum).

Pemilihan nama band sendiri bisa dibilang cukup sederhana. “Kenapa The Paps? Menurut mereka karena kata itu keren dan catchy. Selain itu, kita kan laki-laki semua jadi bakal jadi papa-papa. Jadilah The Paps.

Band yang banyak terinspirasi oleh grup black music dan jamaican eclectric sound seperti Lord Tanamo (Jamaica), Panda Bear (Brooklyn), Angkatan Udara dan Los Jakartos ini mengaku berharap bisa tampil di hadapan publik internasional.



Pada tahun 2004, single pertama mereka "Life Is A Joke Big" dirilis pada Bandung Miller Time Kompilasi, sebuah album kompilasi band-band lokal yang terkandung dalam berbagai genre. Band ini kemudian diminta untuk terlibat dalam IRR (Reggae Revolusi Indonesia) setelah single pertama keluar.

Single kedua "Menggantung longgar Baby" dirilis pada tahun 2005 pada Reggae album kompilasi pertama Revolusi Indonesia (267records) yang berisi band-band reggae Indonesia.

Band ini mulai merekam album pertama mereka pada tahun 2006, dikombinasikan dengan reggae dub psychedelic dan sentuhan jazz soul.

The Paps adalah salah satu band yang "memprovokasi" pecinta Jamaican Sound Scene di Indonesia dengan musik dan lirik mereka.

Setelah beberapa kali perubahan anggota band, Personil "THE PAPS" sekarang adalah Dave (vokal), Sagiet (gitar), Daniela (gitar), Andrie (bass), dan Ganjar (drum).

Album pertama "Hang Loose Baby" (Zyape O Zyure Records) secara resmi dirilis pada tahun 2007. Dari sana, tanggapan publik kepada The Paps semakin bagus. Alhasil tawaran manggung pun semakin membanjir.

Pada lebih dari setengah dari satu dekade perjalanan mereka, The Paps, bersama dengan teman-teman dan masyarakat JamaicanSound di Bandung telah aktif melakukan banyak acara kolektif selain tampil di acara-acara sekolah atau non-sekolah, di dalam atau di luar kota.

Personil The Paps :
Dave - Vocal
Daniel - Guitar / Sampler
Sagiet - Lead Guitar
Andrie - Bass
Ganjar - Drums / Percussions
read more...

Souljah Merilis Single Terbaru Berjudul 'Move On'

Lorong Musik dot Com


Lorongmusik.com - Kabar bahagia untuk Braddasouljah (penggemar souljah), setelah hampir tiga tahun Souljah tidak merilis lagu baru, akhirnya hari ini, Senin (15/04/13), mereka telah mengeluarkan single terbaru yang berjudul ‘Move On’. Single ini juga merupakan salah satu lagu yang akan masuk ke dalam album ke empat milik mereka.

Sesuai dengan judulnya, lagu ini mereka buat dengan suasana yang positif. Tepatnya, band Souljah yang beranggotakan Danar, Renhat, Sa’id dan David ini mengajak para pendengar setia mereka agar bisa menenangkan hati dan mengajak siapapun yang mendengarkan untuk tidak galau lagi.

“Kami twist kegalauan itu, aura yang terpancar dari kami jadi bisa, somehow, menenangkan hari gitu. Positif dan tidak menangis tersedu-sedu,” ujar Danar sambil tertawa saat membicarakan tentang lagu dan album baru mereka nantinya.
read more...

Biography Souljah

Biografi Souljah
Souljah adalah grup band yang dibentuk pada tahun 1998 ketika sebagian besar personilnya masih kuliah di Universitas Indonesia, pada awalnya bernama Arigatoo yang membawakan musik beraliran SKA. 

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya penguasaan Jamaican musik mereka, pada tahun 2005 Arigatoo berganti nama menjadi Souljah. Kata 'souljah' sendiri berasal dari pelafalan slang kata 'soldier'.


Formasi Souljah saat ini antara lain Danar (vokal), Sa'id (toasting), Renhat (bass), Bayu (gitar), David (keyboard), dan Vino (saxophone). Mereka melanglang buana dari satu panggung ke panggung lain dengan mengusung aliran musik regae.

Reggae adalah salah satu pilihan dalam musik mereka. Sebenarnya, Souljah memainkan semua genre Jamaican musik, mulai dari SKA, rocksteady, reggae, serta dub dancehall. Yang membuat mereka memilih aliran musik ini adalah karena mereka sudah memainkan genre Jamaican musik ini sejak tahun 1998.

Saat masih menyandang nama Arigatoo, grup ini telah tergabung dalam sebuah album kompilasi keluaran Authority Records dari Jepang. Album yang berjudul ASIAN SKA FOUNDATION ini dirilis pada tahun 2003. Sebelumnya, mereka juga turut mengisi album kompilasi keluaran Sony Music Indonesia yang bertajuk SKA MANIA pada tahun 2000.

Kemudian pada tahun 2003, Arigatoo merilis sebuah album yang bertajuk KAMI BUKAN PERAWAN LAGI, sebelum akhirnya mereka berganti nama menjadi Souljah dan merilis album pertamanya "BREAKING THE ROOTS" pada tahun 2005, dengan single andalannya, Jamaica's Away. 

Pada tahun 2007, Souljah merilis album kedua mereka yang diberi judul "BERSAMAMU", dengan single andalannya yang juga berjudul Bersamamu. Album tersebut kini hanya dijual di Indonesia, namun bagi mereka yang berada di luar indonesia dan ingin memiliki album ini, bisa membelinya lewat itunes.

Album ketiga Souljah yang bertajuk "MESTAKUNG" dilepas pada tahun 2009. Mestakung adalah kependekan dari Semesta Mendukung. Album ini sekaligus melengkapi 'trilogi' merah-kuning-hijau. Penggemar Souljah yang memiliki album lengkap band ini akan mendapatkan susunan merah, kuning, dan hijau saat menata kaset atau CD mereka berurutan.

Souljah terinflunce oleh Skatalites, Save Ferris, Tim Armstrong, Bob Marley & The Wailers, Jason Mraz, No Doubt, Tsuyoshi Kawakami & His Moodmakers, Hepcat, Go Jimmy Go, The Miceteeth, Bedouin Soundclash, MMB, Sean Paul, Shaggy, dan Big Mountain.

Hingga kini, Souljah aktif diundang dari panggung ke panggung di Indonesia, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Dan kesibukan Souljah sekarang adalah mempersiapkan album keempat mereka yang dirilis di bawah naungan record label yang baru mereka dirikan, Offbeat Music Indonesia.

Personil Souljah:
Danar - Vocal
Said - Toast
Renhat - Bass
David - Keyboard
Vino - Saxophone
read more...

Biography Marqpat

Biografi Marqpat
Marqpat adalah grup band asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang memilih musik reggae dalam berkarya, terbentuk pada  tanggal 27 agustus 2007, akan tetapi band ini mulai aktif pada pertengahan 2008.

Dari kata yang sering diucapkan ketika sedang nongkrong, markipat yang artinya mari kita patungan, lahirlah sebuah nama band reggae Marqpat dari Banjarnegara, Jawa Tengah.

Nama yang unik ini mereka pilih karena nama tersebut memiliki prinsip kebersamaan untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan bersama.




Band ini mempunyai 7 personil, yaitu: Dapon/Uup (vokal), Adhy/Mbahe(gitar), Gita (gitar), Tiar (bass), Yunuz ( drum ), Agus (keyboard), Aiz (djembe) dan Dhio (perkusi).

Di tangan-tangan mereka inilah tercipta beberapa lagu Marqpat yang sudah banyak diunduh (download) oleh penikmat reggae di bumi nusantara ini.

Salah satu lagu hits mereka adalah "Prapatan Banjar" yang menjadi lagu wajib berkumandang disetiap mereka berada di atas panggung, lirik dari lagu ini sangat unik dan dapat tergambar jelas suatu lokasi di daerah banjar yang selalu menjadi tujuan para lelaki hidung belang.
Marqpat memilih reggae sebagai jalur bermusik mereka karena menurut mereka reggae adalah musik yang asyik dan bisa membuat kita damai. Mereka menjadikan Bob Marley, Tony Q rastafara, Steven & Coconut treez, Shaggy Dog dan musisi lainnya sebagai tokoh panutan mereka bermusik.

Harapan mereka akan musik ini cukup bagus, yaitu ingin musik reggae selalu ada dan tidak ditelan oleh waktu. Sedangkan untuk kedepan, mereka akan menyiapkan album perdana mereka.

Personil Marqpat :
Dapon - Vokal 
Adhy - Guitar 
Githa - Guitar 
Tiar - Bass 
Yunuz - Drum 
Dha'o - Keyboard 
Aiz - Djembe
read more...

Launching 1st Album Teh Manis Lampung

Lorong Musik dot Com
OVERVIEW
Type: Launching Album
Venue: Pondok Kelapa Unila
City: Bandar Lampung
Date: 13 April 2013
Where: Jl. Soematri Brojonegoro
Start From: 19.01 wib - until end
Featuring: Zoe (Pagi Nan Cerah), Wayan (Mas Karyoo), Mamed/Jedink (Uncle Freak), Yunan (Reska Gentjis), Dompak (Red Flag)


ARTICLE
Nama acara:
Launching 1st Album Teh Manis Lampung

Hari/tanggal:
Sabtu/13 April 2013 


Tempat:
Pondok Kelapa Unila

Pukul:
19.01-selesai 

HTM:
Ticket+CD Rp. 30.000,- 

Pengisi acara:
Teh Manis Lampung
Featuring:
Zoe (Pagi Nan Cerah)
Wayan (Mas Karyoo)
Mamed/Jedink (Uncle Freak)
Yunan (Reska Gentjis)
Dompak (Red Flag)
read more...

Biography Tony Q Rastafara

Biografi Tony Q Rastafara
Tony Q Rastafara adalah pria asal Semarang, kota kecil di Jawa tengah, Indonesia, terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih. Lahir dari keluarga sederhana, bakat seni nya telah terihat sejak masa kanak-kanak terutama di dalam bidang seni lukis dan musik. Tony berkenalan dengan dunia musik melalui teman-temannya dan banyak terpengaruhi oleh jenis musik rock dan blues.

Selepas menyelesaikan pendidikannya di sekolah kejuruan tehnik (STM) Tony memutuskan untuk memulai karier bermusiknya di kota semarang sebagi pemusik jalanan sejak tahun 1980, hingga membuatnya dekat dengan kehidupan musisi jalanan kota Semarang.


Di kota kelahirannya tersebut, Tony sempat membuat album kompilasi anak jalanan dengan teman-temannya dan pernah menjuarai beberapa festival musik jalanan.

Karena ingin mencoba tantangan baru dalam bermusik maka dia pun hijrah dan mencoba mengadu nasib ke Jakarta, ibukota Indonesia. Karena kehidupannya yang dekat dengan musisi jalanan, Tony pun kembali masuk ke komunitas yang sama di Jakarta. Dengan bantuan dari seorang teman yang terlebih dahulu berkecimpung di dunia musisi jalanan Jakarta, Tony pun memberanikan niatnya untuk memulai karier musik di Jakarta sebagai pengamen. Menghibur dan bermain musik dari satu tempat ke tempat lainnya di seputaran pinggiran jalan Jakarta.

Di pertengahan tahun 1984, atas anjuran seorang teman, Tony mulai berkenalan dengan musik country dan mulai mencoba memainkan jenis musik yang pada saat itu belum terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia karena belum banyak musisi yang memainkan genre musik tersebut. Dari eksistensinya bermain musik country, Tony mulai mendapat teman dari kalangan ekspatriat di Jakarta, salah satunya adalah teman-teman dari komunitas kedutaan amerika serikat di Jakarta. Beberapa kali Tony di undang untuk tampil di acara-acara yang diselenggarakan oleh kedutaan amerika serikat dan atas bantuan dari teman-teman di kedutaan dia berhasil mendapatkan undangan untuk bermain di salah satu festival musik country terbesar di amerika yaitu Grand Old Opree yang bertempat di Tennese Amerika Serikat. Akan tetapi dikarenakan kurang adanya dukungan secara finansial, rencana untuk tampil di festival tersebut tidak dapat terealisasikan. Sekian lama bermain musik country Tony mulai merasakan kejenuhan dan merasa bahwa kariernya di musik country tidak berkembang hingga dia memutuskan untuk keluar dari band countrynya dan mulai mencoba mencari jenis musik lain yang lebih sesuai dengan jiwanya.

Tony mulai berkenalan dengan musik reggae di awal tahun 1989, ketika ia jatuh cinta pada sosok legenda musik reggae Bob Marley. Tidak saja terinspirasi dengan musiknya, lirik-lirik lagu dalam setiap Bob Marley benar-benar mengusik naluri bermusiknya, hingga ia yakin untuk memilih berkarier di musik reggae dan mulai mencoba eksis di genre musik tersebut. Di tahun yang sama Tony membentuk band reggae pertamanya yang diberi nama “Roots Rock Reggae”. Band pertamanya tersebut mulai mengawali kariernya dengan main di pub dan cafe-cafe seputaran Jakarta memainkan lagu-lagu milik Bob Marley,Jimmy Cliff dan lain-lain dengan Tony sebagai lead vocal dan lead guitar. Di dalam perjalanannya karier musik reggae nya, Tony sempat membentuk band-band reggae lainnya, seperti “Exodus”, kemudian “Rastaman” dan pada tahun 1994 dia membentuk band yang dikemudian hari ikut membesarkan namanya di dunia musik reggae Indonesia yaitu “Rastafara”.

Dengan Rastafara, karier musik Tony mulai menanjak, dikarenakan pada masa itu sangat jarang musisi band yang memainkan genre musik reggae di jakarta, maka Rastafara cukup dikenal luas di kalangn penikmat musik reggae. Rastafara pada saat itu dianggap sebagai pelopor musik reggae Indonesia dikarenakan merupakan satu-satunya band reggae yang berani untuk membawakan lagu ciptaan sendiri dan berusaha lepas dari bayang-bayang musik reggae ala jamaika dan hampir keseluruhan lagu-lagu Rastafara di ciptakan oleh Tony.

Pada tahun 1995, atas bantuan seorang teman, Rastafara berhasil mendapatkan tawaran untuk rekaman album dari Warner Music Indonesia. Dan akhirnya album perdana bertajuk “Rambut Gimbal” di rilis pada tahun 1996. Album tersebut mendapat respon yang sangat baik, dan berhasil memberikan warna baru dalam industri musik Indonesia yang pada saat itu sedang di dominasi oleh musik Alternative Rock. Hampir semua lagu-lagu di album tersebut diciptakan sendiri oleh Tony ,lirik lagunya kebanyakan bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan tema kehidupan masyarakat sehari-hari. Lagunya yang cukup populer pada masa itu adalah “Rambut Gimbal” sebuah istilah untuk style rambut Dreadlock dalam bahasa asing yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia dan menjadi populer dikarenakannya lagu tersebut.

Perbedaan Rastafara pada saat itu dengan band reggae lainnya adalah karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan gaya khas Indonesia kedalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae dunia seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang sunda atau Gamelan jawa juga ikut menambah warna musik Indonesia didalam lagu-lagu Rastafara. Aransemen musiknya sepintas juga terlihat mencampurkan unsur-unsur musik melayu.
Pada tahun 1997, kontrak album dengan label musik nya tidak diperpanjang dan Rastafara memutuskan untuk vakum dalam bermusik, hingga akhirnya Tony memutuskan untuk membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara.

Pada tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band additional player. Tetapi kemudian Tony memutuskan untuk bersolo karier dengan tetap membawa nama bandnya Tony Q Rastafara, yang berhasil merilis album secara independent pada tahun 2000 yaitu “Damai Dengan Cinta”. Pada album ke tiganya ini lah Tony mulai menapaki puncak kariernya dalam musik reggae di Indonesia, karena album inilah seorang Professor di bidang musik dari Amerika memberikannya referensi kepadanya untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika. Pihak penyelenggara Festival menyukai lagu-lagu yang ada di album tersebut dan kemudian mengundang Tony untuk tampil diacara tersebut pada tahun 2002, tapi sayang sekali Tony beserta rombongannya tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait dengan Tragedi WTC 11 September di Amerika yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony ke Amerika.

Pada tahun 2003 albumnya yang ke empat berjudul “Kronologi” di rilis, lagu pada album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis.

Kedekatan Tony dengan aktivis LSM dan NGO seperti Green Peace, WALHI,dan lain-lain memberikannya inspirasi untuk membuat album yang mempunyai visi dan misi sosial dan kemanusian yang lebih mendalam dan berarti. Maka pada tahun 2005 lahirlah album kelimanya yang bertitel “Salam Damai” dengan membawa misi dan visi yang ingin disampaikan tentang perdamaian, dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur musik orchestra tetapi tidak lupa memasukan unsur tradisional yang semakin kental.

Di penghujung tahun 2005, kembali atas bantuan referensi dari teman lamanya, Professor musicology dari Amerika Serikat, salah satu lagu dari album ketiganya “Damai Dengan Cinta” yaitu “Pat Gulipat” berhasil masuk dalam Album kompilasi musik dunia Putumayo World Music dengan titel “Reggae Playground” yang telah dirilis secara Internasional pada bulan Februari 2006. Sebagai satu-satunya wakil dari benua Asia hal ini juga tidak saja mengaharumkan nama Tony Q sendiri tetapi juga nama Indonesia di mata dunia dan khususnya Musik Reggae ala Indonesia juga dapat lebih dikenal secara Internasional.

Setelah sekian lama berkecimpung di dunia indie label, maka Tony pun mencoba untuk kembali merilis albumnya di major label pada tahun 2007 dengan titel “Anak Kampung”.Nuansa album ke enam nya ini masih mencoba untuk memadukan unsur musik reggae dengan tradisional indonesia dan semakin didominasi oleh lagu-lagu yang bertema sosial, membuat musiknya pun banyak digemari oleh masyarakat kelas menengah kebawah terutama mereka yang berasal dari wilayah luar Jakarta.
Basis penggemar yang semakin berkembang, Tony pun mulai mencoba memfasilitasi keinginan penggemarnya dengan membentuk fans club yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia hingga sampai ke negeri tetangga Singapore, Malaysia dan Australia. Pada awal tahun 2009 bertepatan dengan berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia yaitu pemilihan umum Presiden, Tony pun kembali merilis album ke tujuhnya secara independen dengan titel “Presiden” proses rekaman album ini pun sepenuhnya di lakukan di Sydney, Australia. Di album terbarunya tersebut Tony benar-benar ingin memberikan nuansa dan tema politik yang cukup kental demi menyambut dan menanggapi jalannya pemilihan umum Presiden Indonesia.Aransemen musiknya pun semakin bervariasi, Tony kembali bernostalgia dengan musik country, dimana ia coba memasukan unsur gitar banjo khas musik country di album tersebut.

Pada pertengahan tahun 2009, setelah melalui proses yang cukup panjang maka demo lagu yang pernah coba di tawarkan pada sebuah label world musik bernama Cumbancha dari Amerika Serikat milik mantan A&R dari label world music Putumayo, Jacob Edgar,dari Amerika Serikat sejak tahun 2008 pun akhirnya berhasil mencapai kesepakatan. Cumbancha memberikan kesempatan dan tawaran untuk merilis lagu-lagu Tony secara internasional. Album itu sendiri rencananya akan di rilis pada awal tahun 2010 secara internasional yang juga akan di edarkan di Indonesia.

Autobiography
Nama Lengkap : Tony Waluyo Sukmoasih
Nama Panggilan : Tony Q
Nama Musisi : Tony Q Rastafara
Tempat/Tgl Lahir : Semarang / 27 April 1961
read more...

Biography Teh Manis Lampung

Biografi Teh Manis Lampung
Teh Manis Lampung adalah band reggae asal kota Bandar Lampung yang terbentuk pada Tahun 2006. Berawal dari nongkrong bareng disalah tempat para musisi Lampung bermunculan yaitu Pasar Seni yang berada di kota Bandar Lampung, nongkrong bareng merupakan salah satu kebiasaan yang sering mereka lakukan. Pertemuan yang terus berlanjut antara mereka menimbulkan ide untuk membentuk Grup Band dan berkomitmen untuk berkarya dalam musik, musik yang membuat hidup mereka lebih bermakna, musik yang membuat hidup mereka lebih mencintai rasa damai, dan musik yang membuat hidup mereka lebih cerdas dalam menyikapi keadaan sosial yang terjadi dimasyarakat.



Dari kebiasaan berkumpul bersama sambil menikmati kopi dan teh manis tersebut terlahirlah nama band reggae yang mereka namakan Teh Manis Lampung. Pada tanggal 27 November 2006 Teh Manis Lampung resmi berdiri hingga saat ini.

Teh Manis Lampung memilih genre reggae untuk berkarya karena menurut mereka, musik reggae itu sarat akan perdamaian, musik yang bisa diterima oleh akal dan hati nurani manusia. Influence musik mereka sendiri berasal dari karya-karya Bob Marley, Imanez, dan Peter Tosh.

Dalam mempertahankan eksistensi bermusik, mereka sering melakukan bongkar pasang formasi. Kini formasi Teh Manis Lampung yang masih bertahan di dalamnya adalah David (vokal), Iman (gitar), Reno (gitar), Ucok (bass), Rendra (keyboard), Gepeng (drum), Sabic (saxophone), Koko (percussi)

Teh Manis Lampung mulai konsisten di jalur musik independent untuk suatu konsentrasi dalam eksistensi suatu karya nyata dalam musik reggae dan telah melahirkan karya-karya seperti “Sabda Alam”, “Lagu Sombong”, "Untai Nam” dan "Berdendang di Kala Hujan" lagu yang mendapatkan antusias sangat besar dari penikmat reggae Lampung dan kota-kota lainnya. Pada bulan maret tahun ini mereka akan merilis EP mereka yang berjudul “SARI – Saburai Malam Hari”.

Personil Teh Manis Lampung :
David - Vocal
Reno - Guitar
Ucok - Bass
Rendra - Keyboard
Sabic - Saxophone
Koko - Percussi
Gepeng - Drum
read more...
Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Berita Menggemparkan All Rights Reserved.