Lagu-Lagu yang Tercipta dan Terinspirasi dari Novel

 
Lorong Musik
 
Lorong Musik - Ketika sebuah lagu tercipta dan terinspirasi dari sebuah novel, rasanya hal ini cukup menarik untuk ditelusuri.

Selain karena terciptanya karya tersebut dari sebuah karya, juga karena bagaimana proses lagu tersebut tercipta. Di mana sebuah text kemudian diinterpretasikan ke dalam audio atau mungkin diinterpretasikan kembali ke dalam text di lirik.

1984 – David Bowie

Lagu yang berdurasi 3 menit 27 detik ini ditulis oleh David Bowie pada tahun 1973. Lagu “1984” ini terinspirasi dari novel science fiction “Nineteen Eighty-Four” karya George Orwell.

David Bowie begitu menyukai cerita yang ada di novel tersebut sehingga mengadaptasi sebuah plot 1984, dimana sebuah karakter fiksi Winston Smith sedang diinterogasi oleh O’Brien, dari cerita tersebut, David Bowie menginterpretasikannya ke dalam lirik-liriknya. Lagu “1984” terdapat di album Diamond Dogs yang dirilis pada tahun 1974 oleh RCA Records.

2 + 2 = 5 – Radiohead

Selain David Bowie, Radiohead pun menulis lagu “2 + 2 = 5” yang terinspirasi dari novel “Nineteen Eighty-Four” nya George Orwell. Lagu yang terdapat di album Hail to the Thief ini merupakan adaptasi cerita dari novel tersebut yang menceritakan tentang ‘symbol of unreality’.

42 – Coldplay

Lagu yang terdapat di album Viva la Vida or Death and All His Friends ini cukup unik. “42” ini terdiri dari 3 bagian dan tanpa chorus. Lagu ini pun terdapat di album LeftRightLeftRightLeft dalam versi live. Coldplay menulis lagu “42” ini karena terinspirasi oleh novel yang berjudul “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” karya Douglas Adams.

7 Chinese Brothers – R.E.M

Lagu ini terinspirasi dari buku anak kecil yang berjudul “The Five Chinese Brothers” pada tahun 1938. Buku ini memiliki sebuah kisah bangsa China yang kuno, di dalamnya menceritakan tentang seorang keluarga yang memiliki kekuatan supranatural seperti kemampuan menampung dan menahan lautan lewat mulutnya. “7 Chinese Brothers” terdapat di album ke-2 R.E.M yang berjudul Reckoning yang dirilis pada tahun 1984 oleh I.R.S.

A Billion Balconies Facing the Sun – Manic Street Preachers

Lagu yang terdapat di album Postcards from a Young Man ini ditulis oleh Manic Street Preachers dan terinspirasi novel karya J.G. Ballard yang berjudul “Cocaine Nights”.

Dalam novel tersebut tersurat “A billion balconies facing the sun; still, it means a final goodbye to wars and ideologies”. Lagu ini pun dibantu oleh ex-bassist Gun N’ Roses, Duff McKagan.

Among the Living – Anthrax

Anthrax menulis lagu ini karena terinspirasi oleh salah satu novel terbaik Stephen King yang berjudul “The Stand”. Among the Living juga merupakan judul album yang dirilis pada tahun 1987 oleh Megaforce.

Dalam buku tersebut diceritakan tentang penyebaran sebuah virus, lalu Anthrax pun menuliskan kalimat “Disease! Disease! Spreading the disease!”.

One – Metallica

Lagu ini terdapat di album ke-4 Metallica yang berjudul …And Justice for All yang dirilis pada tahun 1989 oleh Elektra. “One” terinspirasi dari novel tahun 1939 karya Dalton Trumbo yang berjudul “Johnny Got His Gun”. Aplikasi cerita novel yang menceritakan tentang locked-in syndrome ini berhasil dituangkan ke dalam lirik “One”.

Mystery Disease – MGMT

Lagu ini terdapat di album terbaru MGMT berjudul MGMT (self titled). Andrew VanWyngarden menyatakan bahwa lagu ini terinspirasi dari buku Steven Martin yang berjudul Opium Fiend yang menceritakan tentang perjalanan dan pengalaman Martin di negara-negara Asia Tenggara dengan meneliti opium di beberapa negaranya.

Killing an Arab – The Cure

Lagu ini merupakan single pertama The Cure dalam karir perjalanan musiknya. “Killing an Arab” dirilis pada tahun 1979 dan direkam setahun sebelumnya.

The Cure menulis lagu ini terinspirasi oleh buku yang sangat terkenal berjudul “The Stranger”. Buku ini ditulis oleh Albert Camus dan dicetak pada tahun 1942, juga mendapatkan Nobel Prize untuk literatur pada tahun 1957.

Buku ini menceritakan tentang seseorang yang terbunuh di salah satu pantai di Arab, kemudian ada gejolak dari perasaan atas kematian seseorang tersebut.

Chapter 24 – Pink Floyd

Lagu ini terdapat di album The Piper at the Gates of Dawn yang dirilis pada tahun 1967 oleh EMI Columbia. “Chapter 24” ditulis oleh Syd Barrett dan liriknya terinspirasi dari buku kuno China yang berjudul “I Ching (The Book of Changes)”. Buku ini menceritakan tentang perbandingan sistem dan nilai budaya barat dan timur yang diinterpretasikan oleh Barrett menjadi sangat puitis.
read more...

Pengamat Musik: Penjualan Fisik Indie Label Di 2014 Bertahan

Lorong Musik
Berita Musik Terbaru - Pada tahun 2014 ini sepertinya diramalkan bahwa mesin perilis karya para musisi nasional akan terus bekerja dengan sangat baik. Namun, penjualan fisik masih berjalan di tempat, bahkan jika kondisi masih seperti ini perlahan-lahan penjualan konvensional sepertinya akan habis masanya.

“Sangat disayangkan, penjualan CD untuk nama-nama baru masih statis, sama halnya dengan lima tahun terakhir. Terkecuali untuk nama besar, masih bisa menjual CD yang lumayan baik. Yang memprihatinkan, penjualan CD di toko konvensional akan semakin merosot,” ungkap Budi Ace, seperti dilansir dari KapanLagi Musik, Selasa (31/12/13).

Meskipun demikian, Budi Ace yang merupakan pengamat musik justru melihat penjualan fisik berkembang melalui outlet tertentu di toko konvensional, terlebih lagi dalam bentuk bundling. Hal tersebut akan menguntungkan bagi banyak pihak.

“Di tahun 2014, penjualan musik hanya meningkat pada outlet modern, seperti KFC, Indomaret dan yang lainnya, dan itupun hanya pada nama besar band atau musisi lainnya. para pendatang baru sepertinya tetap tak bergerak kecuali memang membuat single yang istimewa,” ungkap Budi yang juga seorang wartawan musik senior.

Budi pun menambahkan bahwa penjualan outlet konvensional tetap tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan, dan bisa saja banyak outlet yang konvensional yang tutup. Justru yang sepertinya akan bertahan adalah adalah penualan dalam pola indie label.
read more...

Slipknot Mulai Mempersiapkan Album Baru

Lorong Musik
Berita Musik Terbaru - Belakangan ini memang santer diberitakan bahwa Slipknot mengalami perpecahan, dimana sang drummer, Joey Jordison di kabarkan telah hengkang dari band. Namun beberapa waktu berikutnya, Joey pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa ia telah keluar dari Slipknot.

Kabar tentang hengkangnya Joey dari Slipknot memang cukup menggemparkan para penggemar Slipknot. Namun kali ini juga tersiar kabar yang layak ditunggu oleh semua Maggot, karena band asal Iowa, Amerika Serikat, ini akan kembali masuk dapur rekaman dan mempersiapkan album baru.

kabar ini pun didapat karena Jim Root memposting foto di akun Instagram resmi miliknya, dan pastinya ini merupakan sinyal yang sangat baik dan seakan memberii tahukan bahwa Slipknot memang dalam keadaan baik-baik saja.

Dalam Instagram, Jim Root menampilkan foto dirinya tengah memegang gitar dihadapan mixer rekaman. Foto tersebut pun lengkap dengan hashtag #slipknot2014. Tentu saja itu merupakan sinyal positif akan album baru dari Slipknot.

Tahun lalu pun, Slipknot memang memberikan petunjuk bahwa mereka akan kembali dengan album baru. Dimana Shawan Crahan memberikan penyataan yang cukup menyenangkan.

“Slipknot 2014, kamu bisa mencium baunya di udara dan semua orang bisa merasakannya. Energinya terasa di luar sana dan kamu pun bisa merasakannya. Dulu semua orang pergi ke berbagai tempat dan merasakannya, tapi tidak di seluruh tubuh, dan itulah alasan kami kembali. Kamu bisa meminta siapapun di dunia untuk memberi tahu, siapakah ‘Knot? Yang benar tahu, mereka akan memberi tahu bahwa sesuatu telah berubah di atmosfer,” ungkap Shawn Crahan saat itu.

Jadi kita tunggu saja, apakah benar Slipknot akan kembali memanaskan para Maggot dengan album baru mereka.
read more...

Hammersonic 2014 Siap Digelar Bulan April Mendatang

Lorong Musik
Berita Musik Terbaru - Hammersonic, salah satu festival musik terbesar di Tanah Air yang bertaraf internasional, akan kembali digelar di tahun ini. Dan telah dipastikan bahwa Hammersonic 2014 ini akan kembali digelar pada bulan April mendatang. Di tahun ini, festival musik cadas ini akan berpindah tempat di Senayan, Jakarta, waktu penyelenggaraanya hanya dilaksanakan satu hari saja.

Kabar tersebut pun didapat dari akun Twitter resmi milik Hammersonic, dan untuk tepatnya sendiri, tanggal 24 April merupakan kabar yang disampaikan oleh Hammersonic.

Hammersonic Festival sendiri memang telah menggelar pagelaran musik cadas ini sebanyak dua kali, tahun 2012 dan 2013. Dan banyak musisi luar negeri yang memang turut serta dalam festival musik ini.

Di tahun 2012 saja misanya, band-band seperti Suffocation, Nile, D.R.I, Agnostic Front dan juga sejumlah band dalam negeri turut ambil bagian dalam memanaskan Hammersonic 2012. Berlanjut ke Hammersonic 2013, penyelenggaraan pun sukses mendatangkan Cannibal Sorpse, Cradle Of Filth, Epica, As I Lay Dying dan band lainnya.

Untuk line-up Hammersonic 2014 sendiri pihak penyelenggara belum membocorkan tentang siapa saja pengisi acara pada April mendatang, namun jika dilihat dari Twitter resmi milik Hammersonic dipastikan bahwa di tahun ini Hammersonic akan lebih pecah.

Untuk harga tiker sendiri Hammersonic sudah memberikan bocoran harga, meskipun memang untuk saat ini masih belum tersedia. Untuk harga tiket presale Januari-Maret 2014 tiket dijual dengan harga Rp 220 ribu. Dan tiket normal pada April 2014 tiket dijual dengan harga Rp 330 ribu.

Dan untuk kalian semua yang memang ingin tahu tentang line-up dari Hammerconic 2014, lebih baik pantengin terus akun Twitter resmi milik Hammersonic di @hammersonicfest dan situs resmi mereka hammersonic.com.
read more...

Album Review : DeadSquad - 'Profanatik'

REVIEW ALBUM
Judul : Profanatik
Artis : DeadSquad
Genre : Brutal Technical Death Metal
Distributor : Amstrecth Records
Tahun : 2013

PREVIEW ALBUM
Berita musik terbaru datang dari album kedua DeadSquad yang ditunggu oleh penggemar akhirnya datang. Dan penungguan selama ini dilakukan dengan penuh pertanyaan. Ketika album pertama adalah new school death metal nan teknis bagai mobil formula satu yang melesat full speed di sirkuit, mau bagaimana lagi album keduanya?


Ternyata itu cukup telak terjawab lewat Profanatik. Mau tak mau harus diakui bahwa BPM baru saja dinaikkan dan membuktikan bahwa album pertama Horror Vision belum full speed, membuat drummer Andyan Gorust terdengar seperti atlet yang kegemarannya minum kopi kental dua liter tiap kali merasa haus.

Namun bukan hanya kecepatan yang ditawarkan. Ini terbukti dari berbagai komposisi lagu yang secara variasi juga meningkat, dari sisi timing stop and go di setiap lagu, atau masuknya warna lain seperti lead guitar jazz dari sang legenda Joppie Item di “Natural Born Nocturnal” yang berfungsi bukan hanya sebagai tempelan. Rasa jazz melebur bersatu dengan kebrutalan metal yang mereka mainkan sehingga jadi kolaborasi yang alami.

Bagian bas Bonny Sidharta pun kini terdengar lebih jelas dibanding album debut mereka. Lirik Daniel Mardhany mencakup berbagai hal, dari penghormatan bagi para sahabat yang gugur (“Ode Kekekalan Pusara”) hingga kritik terhadap pihak yang gemar melakukan kekerasan atas nama moral dan agama (“Patriot Moral Prematur”).

Duo gitaris Stevie Item dan Coki Bollemeyer memang memiliki kemampuan lebih untuk memberikan sajian guitarworks yang klop dan lengkap dari sisi kebrutalan, teknik, sound yang tebal, serta mampu dan tak segan untuk melayani telinga dengan bagian-bagian melodius seperti pada “Altar Eksistensi Profan” yang kaya nada dan aura megah, sekilas seperti Spawn of Possession dan Fear Factory bergabung menjadi satu.

Hingga terasa seperti berada di tengah ngerinya tornado, tiba-tiba surut, pelangi keluar, namun hanya sebentar sebelum akhirnya gelap kembali dan melumat rumah Anda yang berada di jalurnya. Walau begitu Anda dipastikan pasrah dan tersenyum puas melihat kekuatan yang ditampilkan.
read more...

Book Review : The Beatles Extraordinary Plagiarists

Book Review
Buku baru, "The Beatles: Extraordinary Plagiarists" oleh Edgar O. Cruz, membahas detail dari sebuah plagiarisme sebagai sumber kreativitas tanpa henti oleh ekspor terbesar musik Inggris. Tentang penulis lagu utamanya, John Lennon dan Paul McCartney, yang oleh masyarakat modern ditandai sebagai "komposer terbesar sejak Beethoven," ternyata adalah "penjiplak yang luar biasa." (setidaknya menurut buku ini)

Menurut Cruz, Lennon dan McCartney hanyalah dua orang Elvis Presley wannabes yang mulai menulis lagu dengan mengabaikan dasar-dasar musik. Namun meskipun mereka 'buta huruf' artistik, mereka berkembang menjadi musisi dan songmakers yang paling komersial dari generasi mereka. Keberhasilan fenomenal mereka bahkan oleh Dr Joseph Crow, seorang ahli perilaku, dibandingkan dengan prestasi prestasi menciptakan bom Atom, tanpa pengetahuan tentang hukum matematika atau fisika.

Secara individu atau bersama-sama, Lennon dan McCartney sebagian besar berhasil lolos dari sebutan plagiarisme secara hukum dengan tidak melebihi dua bar untuk setiap bentuk peniruan lagu. Buku ini menggambarkan tindakan The Beatles seperti sebagai kriptomnesia atau plagiarisme tidak disengaja.

Mayoritas tindakan The Beatles 'menyalin' lagu orang dilakukan secara sadar walau sering dikaburkan dengan fakta kalau mereka dikuasai narkoba saat melakukan itu. Lennon dan McCartney sering 'menyadap' group lain di sesi rekaman dan memunculkan lagu-lagu yang mirip dengan sadapan itu di lagu-lagu baru The Beatles.

Dari 213 lagu yang resmi dirilis di Inggris, The Beatles mampu melewati tuduhan bahwa materi mereka sebagian besar adalah 'lagu orang lain yang ditulis dalam bentuk baru'. Bahkan saat Lennon dan McCartney berulang kali mengakui -setelah The Beatles bubar- bahwa mereka mengambil lagu-lagu orang dan ditulis kiembali, penggemar menolak untuk percaya.

Tapi John Sebastian, vokalis dari The Lovin’ Spoonful, yang lagu "Califonia Dreamin' diambil McCartney dan kemudian dibuat lagu baru berjudul "Good Day Sunshine" lebih tahu. Sebastian menyatakan bahwa bakat The Beatles 'adalah mampu memplagiat tanpa terdeteksi'. "In other, they are 'original' plagiarists that made them extraordinary."

Buku 172 halaman yang ditulis sesuai urutan kronologis dari siklus kreatif The Beatles, termasuk mengangkat beberapa cerita serta perbandingan dari lagu-lagu asli serta perubahan menjadi lagu baru oleh The Beatles. Selain data-data dokumen dari The Beatles sendiri, nara sumber buku ini juga menampilkan pandangan George Martin serta Geoff Emetic, juga para ahli musik masa lalu dan sekarang. Termasuk sejarawan budaya pop seperti Jan Winner dan Ian McDonald. Sumber otoritatif seperti Time, Newsweek, The New York Times, Rolling Stone, NME, Playboy, dan penelitian dari penulisnya sendiri.

Hard copy dari buku ini didistribusikan secara eksklusif oleh Amazon.com. dan yang pasti, langsung menuai kontroversi.
read more...

Winamp Tutup Usia

Logo Winamp


15 tahun berjaya ternyata tidak cukup bagi Winamp untuk tetap bertahan dalam arus deras persaingan di dunia pemutar musik. Terhitung tanggal 20 Desember 2013, music player yang dibeli AOL melalui Nullsoft (perusahaan pembuat Winamp) seharga $ 80 juta ini akan tutup buku untuk selama-lamanya. Salah satu software pemutar musik andalan era 90an hingga dekade 2000an ini sempat merilis versi terakhir mereka, Winamp 5.56.

Seiring kemunculan iTunes dan Windows Media Player, kepopularitasan Winamp mulai memudar dan hancur perlahan. Bahkan di tahun 2011, Winamp pernah mengeluarkan platform mereka untuk Android. Namun inovasi tersebut tetap saja tidak menolong Winamp untuk tetap bisa bertahan. iPod dan iTunes dianggap terlalu superior untuk mampu ditandingi oleh Winamp.

Menurut beberapa pihak, Winamp versi 5.55 adalah yang terbaik. Desain antarmuka yang ramping, sudah menampilkan informasi artis, dan peningkatan audio dan video playback adalah fitur yang ditawarkan Winamp di versi 5.55 keluaran tahun 2009 ini.

“Winamp adalah perintis dalam revolusi musik digital dan iTunes tidak akan ada tanpa karya inovatif yang mereka lakukan,” Michael Robertson sang pendiri MP3.com mengungkapkan perasaannya tentang Winamp. “Orang-orang di belakang Winamp adalah perintis yang layak mendapatkan tempat di hall of fame.” tambahnya lagi.
read more...
Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Berita Menggemparkan All Rights Reserved.