Discography Captain Jack

CAPTAIN JACK (LP) 2012
Diskografi Captain Jack
Tracklist :
01. Tidak Ada Klaim Atas Aku
02. Berbeda Adalah Pilihan
03. Tak Ada Yang Datang
04. Membatu
05. Monster Part II
06. Bukan Urusanmu
07. Atas Nama Trauma
08. Sekarat Menunggu Pagi
09. Foto Kusam
10. Kupu-Kupu Baja
11. Sadar Lebih Baik
12. Galau
13. Monoton







MUSUHKU DALAM CERMIN (SINGLE) 2010
Diskografi Captain JackTracklist :
01. Musuhku Dalam Cermin



















THE FALL OF CONCEPT (EP) 2008
Diskografi Captain Jack
Tracklist :
01. Hati Hitam
02. Pengkhianat
03. Monster
04. TV Sampah
05. P.U.T (Postcard Untuk Tuhan)
06. Monolog Tak Terdengar














SOMETHINK ABOUT (LP) 2005
Diskografi Captain Jack
Tracklist :
01. Buat yang percaya
02. Hanya karena
03. Sempurna
04. Sebagian kami
05. Mereka atau kita
06. Siapa aku
07. Berubah
08. Entah sampai kapan
09. Munafik
10. Dari anakmu
11. Pahlawan







UNMINDLESS (EP) 2004
Diskografi Captain Jack
Tracklist :
01. Berubah
02. Sempurna
03. Siapa aku
04. Munafik
05. Pahlawan
06. Unknown
read more...

Indie Label vs Major Label indonesia

Lorong Musik dot Com

Pergerakan indie label di Indonesia adalah fenomena yang pada saat ini terlihat cukup berkembang drastis. Hal itu terjadi karena ada gerakan penolakan terhadap major label yang terkesan menekan kreatifitas dari seorang musisi itu sendiri. 

Idealisme sangat kental di dunia indie label. Hal ini cukup mempengaruhi warna musik yang mereka sajikan. Sangat beragam dan memiliki karakter yang cukup kuat. Lain halnya dengan musisi major label yang terkesan di patok dalam membuat suatu karya. Mungkin pasaran lah yang menentukan karya-karya mereka dipatok label seperti itu.

Dalam setiap fenomena tentu ada pro dan kontra. Namun di kalangan orang yang memilih ini cenderung menentang major label. Hal ini biasanya terbentuk dari pengalaman pribadi para musisi yang ditolak maupun merasakan sendiri dibodohinya mereka oleh salah satu major label. Permainan di belakang major label lah yang biasanya menghancurkan suatu band itu sendiri. Band yang masuk label pada saat ini seperti hanya dimanfaatkan, pada bulan-bulan pertama memang mereka dikenal. Namun bulan-bulan selanjutnya mereka dilupakan konsumen. Mengapa begitu? Karena karya-karya yang ditampilkan tidak kreatif. Banyak sekali band yang mengikuti band-band sebelumnya yang sudah terkenal. Karakter yang mereka tampilkan adalah karakter band-band sebelumnya sukses di blantika music Indonesia. Terkesan tidak kreatif kan? Memang sebenarnya itulah yang membedakan musisi indie dan major label.

Dalam indie label dibutuhkan kreatifitas yang sangat kuat. Suatu pemikiran-pemikiran hebat sangat diperlukan disini. Hal-hal seperti itulah yang bias membuat musisi indie label terangkat ke permukaan dan bahkan mungkin sekarang indie label telah menjadi trend di Indonesia terutama di bandung.

Pergerakan mereka di indie label sangat pesat. Mereka berpendapat bahwa para musisi major label tidak ada yang mandiri. Pemikiran mereka terpaku hanya pada major label. Mereka hanya sebatas membuat karya, mengirim demo ke label dan bila gagal mencoba lagi lain kali. Sungguh suatu pola pikir seorang musisi yang tidak berkembang bukan? Dan celakanya hal seperti itu telah membudaya di Indonesia. Untuk itulah pergerakan indie label dalam mengimbangi major label sangat dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar pihak major label tidak bisa seenaknya memainkan belantika musik Indonesia.

Banyak band yang telah membuktikan di indie label, suatu band bisa lebih sukses dan berprestasi dibandingkan dengan band major label. Namun semua itu bukan dengan jalan yang instant pula, semuanya butuh proses dan pemikiran yang luar biasa agar musisi indie label bisa mengimbangi major label.

Management yang professional juga sangat mempengaruhi kesuksesan suatu band. Jika suatu band berkonsep seperti itu, mungkin musik di Indonesia akan sangat beragam dan tidak akan didominasi oleh band-band major label. Dan hal itulah yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh penikmat musik Indonesia.

Konsep indie label yang mandiri akan membuat industri musik indonesia jadi lebih stabil. Sehingga kualitas musik Indonesia bisa disetarakan dengan kualitas musik dunia. Dan itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Jika ada keseriusan dari semua pihak, semua itu bisa tewujud dengan kesungguhan. Untuk itu mari kita dukung gerakan indie label di Indonesia.
read more...

Album Review : Detourn - The S.I.G.I.T.

Lorong Musik dot Com
REVIEW ALBUM
Judul : Detourn
Artis : The S.I.G.I.T.
Produksi : Rock
Distributor : FFWD Records
Tahun : 2013

PREVIEW ALBUM
The SIGIT kembali dengan album baru, judulnya Detourn. Tidak perlu repot-repot mencari arti kata itu. Nikmati saja musiknya.

Termin si anak hilang yang kembali ke rumah mungkin merupakan analogi yang paling cocok untuk menggambarkan pulangnya empat laki-laki anggota The SIGIT ini ke arena. Ini album baru, sesuatu yang telah terlalu lama dinantikan.

Empat orang sosok berkarakter kuat di band ini: Rektivianto Yoewono, Farri Icksan Wibisana, Acil Armando dan Aditya Bagja Mulyana, telah terlalu lama mengembara sesuka hati. Mereka melukis banyak sekali potongan gambar sekaligus mencoba berbagai macam variasi hidup selama beberapa tahun terakhir ini; meruntuhkan pola-pola lama menjadi band rock di atas panggung dengan berdandan sesuka hati, meletakkan posisi main seenak jidat dan bahkan tetap membuat orang terkesima dengan lagu-lagu lama mereka yang sudah terlalu lama dimainkan secara berulang.

Katalog cerita mereka bertambah seiringnya proses alami dari segi usia. Daftar panjang kota-kota yang disinggahi semakin mengular, beberapa bahkan layak mendapat sematan reguler lantaran sudah terlalu sering disambangi. Berbagai macam ekspresi emosi pernah terekam.

Setelah lelah berjalan melukis kanvas cerita mereka, mereka seolah disadarkan bahwa akan kewajiban yang begitu kasat mata untuk mnyelesaikan proyek berikutnya. Jika itu perlu waktu nyaris tujuh tahun, biarlah. Toh, apa yang ada di depan mata sekarang ini sudah nyata; bukan lagi janji-janji omong kosong tentang ide-ide yang bisa dimuntahkan tapi tidak pernah bisa ditagih perwujudannya lewat komitmen waktu.

Lebih besar lagi, ada banyak tanggung jawab yang harus dipenuhi. Seluruh penjurunya sudah berteriak untuk dijamah dan diperhatikan.

Detourn adalah sebuah bekal kuat yang dikandung sekian lama dan sekarang telah disalinkan dengan selamat ke muka bumi. Tentunya, ia dibuat dengan segudang usaha keras, tambahan asupan amunisi yang diperoleh dari titik-titik kecil yang ditemui di perjalanan dan substansi yang dikontribusikan alam raya dalam bentuk garis tangan yang berliku; ada macam-macam cerita yang mengiringi proses pembuatan album ini.

Ia berhasil menjelma menjadi paket komplit yang diperlukan oleh sebuah album rock untuk bisa dikategorikan bagus. Ia juga masuk dengan baik ke logika berpikir standar tentang bagaimana sebuah kumpulan musik bagus yang layak dikenang dan disebarluaskan.

Prosesnya, seperti kita rasakan bersama ketika menunggu sekian lama, tidak pernah sederhana. Itu kenapa rentang waktu yang diperlukan untuk kembali dengan hasil jadi ini begitu lama. Visible Idea of Perfection, debut fenomenal The SIGIT, menjadi momok aktif yang harus ditaklukan di ranah ego masing-masing orang.

Dan The SIGIT, adalah sebuah konstruksi kokoh tentang konsepsi dan penerjemahan audio visual yang diramu dengan takaran ideal. Mereka sangat tahu apa yang mereka lakukan.

“Kami mencoba menelaah sendiri pola baru dalam band dan mencoba menuangkannya dalam bentuk lagu baru. Dalam proses itu pun kami sering dihadapkan dengan ketidakpuasan. Singkatnya, kami ingin membuat lagu yang berbeda dengan era Visible Idea of Perfection, tapi secatchy album itu. Ternyata sangat sulit,” ujar Rektivianto, bercerita sedikit tentang tantangan yang membuat mereka perlu waktu lama untuk menyelesaikan album kedua.

Proses itu membuat mereka berhasil menyajikan sebuah menu santapan utama yang tidak seragam, seperti biasanya. Ada rock penuh nada kemarahan, balada pinggir gang atau komposisi cinta absurd. Metode ini, sekedar catatan, selalu ada di setiap karya mereka. Ada elemen keseimbangan ala yin dan yang yang disebar dalam sebelas lagu di album berdurasi kurang lebih empat puluh lima menit ini.

“Kami tidak tahu bagaimana mengungkapkannya tapi album ini beda. Mungkin tidak akan kentara, namun di suatu titik di sebuah lagu, anda akan merasakan perbedaan itu. Yang pasti, kami tidak akan pernah merilis materi-materi ini kalau kami sendiri tidak merasa album ini sebagus Visible Idea of Perfection,” janji Rektivianto tentang Detourn.

Single pertama album ini, sebuah lagu anthem yang bisa diteriakan bersama-sama, Let the Right One In menjadi pembukti perdana bagaimana kolektif kata di atas terwujud dalam gugusan nada. Lagu ini seolah jadi lagu yang cocok untuk jadi salah satu track di Visible Idea of Perfection, tapi kalau didengar berulang sebenarnya tidak cocok. Komposisinya berjalan jauh lebih dalam ke ruangan matang yang hanya mungkin bisa dibangun lewat serangkaian proses panjang yang memakan waktu nyaris tujuh tahun tadi. Seperti itulah Detourn mengalun.

Jadi, ketika kembali lagi ke tengah-tengah industri musik dengan sebuah karya baru, seluruh isi arena harus menyambutnya dengan tangan terbuka. Usapan-usapan hangat niscaya memberi energi untuk meneruskan hegemoni mereka di sirkuitnya.

Mereka, yang kita kenal dengan nama The SIGIT, masih laki-laki yang sama. Yang membuatnya sedikit beda, perlakuan alam raya membentuk mereka menjadi sekumpulan sosok yang lebih menyenangkan. Dewasa itu pilihan, tapi pulang ke arena tempat mereka seharusnya berada sudahlah cukup membuktikan bahwa memang mereka seharusnya memainkan musik sekencang dan sesering mungkin.

Track list:
01. Detourn
02. Let the Right One In
03. Son of Sam
04. Gate of 15th
05. Tired Eyes
06. Owl & Wolf
07. Black Summer
08. Red Summer
09. Ring of Fire
10. Cognition
11. Conundrum


[Sumber. Majalahcobra.com]
read more...

Album Review : The Triangle Album - The Triangle

REVIEW ALBUM
Judul : The Triangle Album
Artis : The Triangle
Produksi : Rock
Distributor : The Triangle
Tahun : 2012

PREVIEW ALBUM
Ilustrasi cover album yang begitu menarik ini. Lapisan-lapisan segitiga yang ada di tengah covernya semakin mengecil, membuat kita penasaran untuk merasakan, mendengar, membuka, dan menguliti satu persatu elemen emosi dari lagu-lagu yang terekam di album ini.

Push tight, down low. Take flight, here we go. Great Below menjadi lagu pembuka yang megah, dan berhasil membuat kita ingin mendengarkan lagu-lagu mereka selanjutnya.

So Here We Go

Setelah proses pembuatan album kurang lebih selama setahun, The Triangle rilis pada bulan November tahun 2012, yang merupakan debut album pertama dari band ini. Album The Triangle memuat sepuluh lagu yang menonjolkan unsur indie rock, dari lagu pembuka, hingga beberapa diantaranya yaitu Moving On yang melankolis, One Sided Affair dengan sentuhan vokal Risa Saraswati, satu-satunya lagu berbahasa Indonesia, Tentang Kita (terinspirasi dari lagu Dewi Lestari, Malaikat Juga Tahu) atau How Could You dengan ciri khas musik The Triangle yang maskulin, yang menjadi single perdana mereka di album ini. Setiap lagu bagi mereka tampaknya adalah petualangan, maka kita akan menemukan kejutan-kejutan menarik baik dari lirik maupun aransemennya.

Berawal dari sesi open mic di Beat ‘n Bite, The Triangle terbentuk pada tahun 2010, yang merupakan kelanjutan dari ide Riko Prayitno (bass), Fikri Hadiansyah (gitar), dan Cil Hardianto Satriawan (gitar dan vokal) untuk membuat sebuah projek musik akustik. Pada perjalanannya, konsep ini berkembang seiring dengan kebutuhan dan latar belakang musik yang berbeda, juga keinginan para masing-masing personel yang ingin memperlihatkan sisi lain dari mereka pribadi. Satu pertanyaan saya kala itu ketika mengetahui The Triangle beranggotakan Riko adalah, apakah saya akan mendengarkan lagu-lagu dengan nuansa retro tahun 70an ala Mocca? Ternyata tidak. Mungkin inilah alasan mengapa Cil (yang juga personil Hastag), Harry “Koi” (yang juga personil The Ansaphone), dan Fikri (yang juga personel Vincent Vega) hadir, untuk menguatkan konsep bermusik The Triangle yang sukses membawa saya nostalgia ke era musik 90an.

Fly Away, I’m Okay. Fly away, I’ll Be Okay Probably.

Menarik sekali mendengarkan album ini. Mengingat bahwa The Triangle lahir di Bandung, jika mendengar lagu-lagunya, ada suasana kota kelahiran yang terekam di dalamnya, dari kehangatan orang-orangnya, momen seseorang yang ingin meninggalkan comfort zone, sesuatu yang artsy, sentuhan dark, gloomy, kebahagiaan, atau bahkan emosi dari cuaca kota yang tidak menentu, dari hujan besar hingga siang panas, dan mudahnya orang-orang di kota ini untuk terbawa suasana. Mungkin itulah yang The Triangle ingin ungkapkan dalam album ini. Momen nostalgia. Dan jika kamu membutuhkan sesuatu yang organik, tapi tidak terlalu akustik, maka mereka dapat menjadi penghiburan bagi orang-orang yang terlalu sering mendengarkan lagu-lagu akustik folk mendayu-dayu atau musik elektronik era masa kini.
read more...

My Chemical Romance Memutuskan Bubar

Lorongmusik.com - Siapa yang tidak kenal dengan band rock yang satu ini, sempat populer dengan lagunya seperti ‘Helena’ dan ‘The Ghost Of You’, yaitu My Chemical Romance akhirnya membubarkan diri setelah 12 tahun berkarir. Hal tersebut pun dikabarkan dari laman resmi milik band asal New Jersey, AS ini.

Band yang sering di panggil dengan sebutan punk-popster tersebut telah tampil bersama mulai dari tahun 2001, dan mereka juga telah menelurkan empat album hingga meraih kesuksesan di tingkat internasional.

Lewat pernyataan resminya, mereka mengatakan, bahwa berada dalam band tersebut merupakan suatu anugerah yang dapat membuat mereka melihat dan mengalami banyak hal yang tidak mungkin terjadi.

“Kami telah berbagi panggung dengan orang-orang yang kami kagumi, hormati dan yang terpenting, teman-teman kami. Dan saat ini seperti semua hal besar besar lainnya, sudah tiba waktunya untuk mengakhiri semuanya” tutur My Chemical Romance dalam laman resmi mereka.

My Chemical Romance sendiri berdiri sejak September 2001, dibentuk oleh Gerard Way dan Matt Pelliser. Sekarang band tersebut beranggotakan Gerard Way (vokal), Ray Toro (gitar), Frank Leo (gitar), Mike Way (bass) dan Mike Pedicone (drum). Nama My Chemical Romance sendiri terinspirasi dari sebuah buku hasil karya dari Irvine Welsh yaitu, Ecstasy: Three Tales Of Chemical Romance.

Menurut media, My Chemical Romance bergenre punk rock alternatif, namun grup ini mendefiniskan musik mereka sebagai musik rock. Hingga sebelum pembubaran, band tersebut telah mengeluarkan empat album yaitu, ‘Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love’ di tahun 2002, Three Cheers For Sweet Revenge’ di tahun 2004, ‘The Black Parade’ di tahun 2006 dan ‘Danger Days: The True Lives Of The Fabulous Killjoys’ di tahun 2010. Dan mereka juga telah mendapatkan berbagai macam penghargaan mulai dari sejak kemunculannya.
read more...

The Tielman Brothers "Band Rock Pertama Dunia"

Lorong Musik dot Com
Dalam dunia musik sebenarnya Indonesia memiliki salah satu band rock legendaris yang cukup mendunia, bahkan bisa dibilang band tersebut adalah band rock tertua di dunia. Namun jika orang Indonesia ditanya, siapa sebenarnya band rock atau penyanyi rock tertua di dunia? Pasti kebanyakan dari mereka yang ditanya akan menjawab band-band yang berasal dari luar negeri, seperti The Beatles, The Rolling Stones, atau para penyanyi-penyanyi seperti Elvis Presley, Bill Haley, Fats Domino dan lain-lain.Namun siapa sangka sebenarnya band rock tertua di dunia ternyata berasal dari Indonesia, yaitu The Tielman Brothers.

The Tielmans Brother memang berasal dari Indonesia, tentunya kita harus berbangga hati sebagai orang Indonesia, karena bisa dibilang pelopor musik rock ternyata berasal dari orang indonesia. The Tielman Brother sendiri, terbentuk dari 4 anak mauda yang berasal dari daerah Maluku. Awalnya band ini bernama The Timor Rhytm Brothers dan kemudian berubah nama menjadi The Four Tielman Brothers, yang berpesonilkan empat Tielman bersaudara, yaitu Andy Tielman (gitar, vokal), Reggy Tielman (rhytm gitar, vokal), Phonton Tielman (double bass, vokal) serta Loulou Tielman (drum, vokal).

Bakat musik mereka memang diturunkan dari sang ayah yang sering bermain musik, dan perjalanan karir dari The Tielman Brothers sendiri terbilang cukup mulus, karena kedua orang tua mereka Herman Tielman dan Flora Lorine Hess tidak hanya mendukung, namun juga bertindak sebagai manajer dari The Tielman Brothers.

Karir The Tielman Brother sendiri bermula ketika mereka mulai tampil bersama dengan membawakan lagu dan juga tarian daerah di Surabaya tahun 1945. Mereka tampil dalam sebuah pesta yang membuat kagum teman-teman dari ayah mereka karena dapat memainkan lagu yang cukup sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Dari situlah kemudian mereka mendapatkan banyak tawaran untuk mengisi beberapa acara di daerah lainnya. Bahkan The Tielman Brothers pernah tampil di hadapan Presiden Soekarno di Istana Negara Jakarta.

Langkah The Tielman Brothers semakin mulus ketika mereka mulai hijrah ke Breda, Belanda. Disana mereka mulai masuk dapur rekaman, dan The Tielman Brothers mulai menjelajah musik rock di luar negeri hingga bisa dibilang mereka memberikan pengaruh yang cukup dahsyat di belantika musik rock dunia pada saat itu.

Saat itu penampilan The Tielman Brothers memukau publik Belanda khususnya dan Eropa pada umumnya. Dapat dikatakan atraksi panggung yang liar dan atraktif seperti bermain gitar dan juga double bass sambil berlari, melompat dan berguling pertama kali dilakukan oleh The Tielman Brothers, tidak lupa juga tentunya atraksi demo drum solo.

Publik Belanda menyebut musik yang dibawakan oleh The Tielman Brothers adalah ‘Indo-Rock’. Ciri khas dari Indo-Rock sendiri yaitu, dominasi gitar, instrumen yang diperkenalkan oleh orang portugis saat datang ke Hindia-Belanda. Permainan gitar ala Portugis yang akhirnya dikenal sebagai musik keroncong ini oleh The Tielman Brothers dipadukan dengan musik Hawaii, Country, dan juga Rock ‘N Roll. Mereka mendengar musik tersebut dari radio-radio Amerika Serikat yang dipancarluaskan dari Filipina dan Australia.

The Tielman Brothers memiliki fakta-fakta yang mengejutkan, seperti jauh sebelum banyak orang terpana dengan permainan gitar cukup gila yang dimiliki oleh Jimi Hendrix di tahun 1967, salah satu personil The Tielman Brothers, Andy Tielman, sang frontman dari band tersebut telah memulai teknik tersebut di tahun 1956 atau 11 tahun sebelum Jimi Hendrix bereksperimen dengan gitarnya. Teknik dan gaya gitar milik Andy sangat memukau, seperti gitar yang dipetik menggunakan kaki dan gigi dilakukannya jauh sebelum Jimi Hendrix melakukannya.

Katanya, Paul McCartney, salah satu pentolan The Beatles juga mengagumi band ini dan juga terinspirasi oleh The Tielman Brothers sebelum The Beatles terkenal di awal tahun 1960-an. Jauh sebelum The Beatles muncul, The Tielman Brothers telah membawakan lagu-lagu rock ‘n roll. Saat The Beatles pertama kali manggung di Jerman, mereka sempat melihat penampilan The Tielman Brothers yang perform menggunakan Hofner Violin Bass. Dari situ Paul pertama kali melihat bass Violin Hofner.

Pada tahun 1958, The Tielman Brothers memiliki tiga buah album yang menjadi hits di seluruh dunia, dan mereka pun memiliki Gibson Les Paul keluaran pertama yang baru di impor ke Belanda pada saat itu.

Dibalik kesuksesan The Tielman Brothers, mereka juga sempat mengalami bongkar pasang personil. Bagi mereka hal tersebut bukan masalah yang dapat membuat The Tielman Brothers berhenti di tengah jalam. Namun dari kejadian tersebut, mereka bisa membuat prestasi lebih baik lagi, dimana mereka bisa tetap eksis dengan tampil di beberapa negara Eropa lainnya, seperti Belgia dan Jerman.

Dan sayangnya, di tahun 1976 The Tielman Brothers dikabarkan bubar, Bisa dikatakan penyebab mereka bubar karena permainan musik mereka terkesan monoton dan tidak ada perkembangan. Mereka bermain musik dalam tataran itu-itu saja, dari situlah akhirnya publik menjadi bosan. Namun nama The Tielman Brothers masih bisa hidup di hati para penggemarnya. Hingga saat ini juga masih banyak karya mereka yang bisa kita dengar dan masih digemari oleh banyak orang di luar negeri, terutama di Belanda.

Saat Andy Tielman masih eksis, dia masih bermain musik dan tinggal di Belanda. Di usia yang cukup senja Andy Tielman lebih banyak rekaman untuk lagu-lagu rohani dan sesekali tampil dengan gitarnya. Hingga di tahun 2011, Pentolan The Tielman Brothers, Andy Tielman menghembuskan nafas terakhirnya di usia 75 tahun.

Hingga kini nama The Tielman Brothers masih bisa kita dengar dan juga kita lihat, karena memang bisa dikatakan Indo-Rock yang muncul karena kepopuleran mereka merupakan pelopor dari lahirnya musik Rock ‘N Roll. Semoga saja musisi Indonesia, bisa membawa nama Indonesia ke kancah dunia, dan manjadi idola publik dunia, seperti The Tielman Brothers.
read more...

Bandung Berisik MMXIII "Versus The World"

Lorong Musik dot Com
OVERVIEW
Type: Festival
Venue: Stadion Siliwangi
City: Bandung
Date: 13 April 2013
Guest Star: Jasad, Burgerkill, Seringai, Siksa Kubur, Noxa, Jeruji, Outrigth, Rocket Rockers, Alice, Auman, Devadata, Revenge The Fate< Infamy, Insulin Coma, Kaluman, Kill The King, Komplete Kontrol, dan lain lain.

PREVIEW


Nama Acara:
BANDUNG BERISIK MMXIII
"VERSUS THE WORLD"

Hari/Tanggal:
Sabtu/13 April 2013


Tempat:
STADION SILIWANGI, BANDUNG

Pengisi Acara:
JASAD
BURGERKILL
SERINGAI
SIKSA KUBUR
NOXA
JERUJI
OUTRIGHT
ROCKET ROCKERS
ALICE
EXTREME DECAY
AUMAN
DEVADATA
REVENGE THE FATE
INFAMY
KALUMAN
INSULIN COMA
KILL THE KING
KOMPLETE KONTROL
TERAPI URINE
WIRED
ROTTEN TO THE CORE
ERROR SCREAM
THE DISSLAND
DEPRAVITY SAVAGE
SIGMUN
INWISE
SPEEDKILL
BERSIMBAH DARAH
POWER PUNK

AND MORE TO BE ANNOUNCED SOON !!


Ticket:
Presale Rp.35.000,- Bonus Gelang BB (Terbatas!!)
On The Spot Rp.50.000,-

Ticket Box:
ATAP PROMOTIONS - Jln.Balong Gede No.59a Bandung
RSJ DISTRO - Cangkuang Jl.Banjaran - Soreang Bandung
MOUTLEY - Jl.Diponegoro No.26 Bandung
GOGS STORE - Jl.Buahbatu No.239 Bandung
CHRONIC ROCK - Jl.Sawah Kurung No.19 Bandung
RIOTIC - Jl.Sumbawa No.61 Bandung
OMUNIUUM - Jl.Ciumbuleuit 151B Lt.2 Bandung
AESTHETICS - Jl.Kolonel Masturi 182 Cimahi
FH BOLD - Jl.Sulta Agung 3C Bandung
LINOLEUM - Jl.Sari Asih Blok 3 No.21 Sarijadi Bandung
PIECES - Jl.Rumah Sakit Ujungberung Bandung
REAKTOR - Jl.Tanjung Sari 251 Tanjungsari
DARK CASTLE - Parahyangan Plaza Lt.3 Bandung

Online Ticket:
TIKET.BANDUNGBERISIK.COM
read more...
Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Berita Menggemparkan All Rights Reserved.