KunoKini 10th: Back to the Roots

KunoKini 10th: Back to the Roots
PREVIEW

Menyambut hari jadi yang ke-10, 29 Mei mendatang kolektif KunoKini bakal menyelenggarakan acara Back to the Roots di My Mate Café & Entertainment, Bintaro, Jakarta Selatan. Gelaran yang rencananya dimulai pada pukul 7 malam ini akan menampilkan pentas musik kolaborasi bersama Ras Muhamad, Leonardo, dan Mata Jiwa, serta pemutaran video dokumenter KunoKini.

Nama acara:
KunoKini 10th: Back to the Roots

Hari/tanggal:
Rabu/29 Mei 2013

Tempat:
My Mate Music Cafe & Entertainment
Bintaro Jaya Sektor 3A Jakarta



Tiket:
Rp. 50.000 (softdrink/beer)

Penampil acara:
KunoKini
Ras Muhamad
Leonardo
Mata Jiwa
Filter Hapier (visual)
Sanggar Tari Bali Legong & Undercover Brother

Pemutaran perdana film dokumenter “Beautiful Energy”
Peluncuran video konser KunoKini 2010 “Reinkarnasi”
read more...

Bassist System of a Down Ingin Merekam Album Baru Tanpa Vokalis Serj Tankian

Bassist System of a Down Ingin Merekam Album Baru Tanpa Vokalis Serj Tankian




Bassist System of Down Odadjian membeberkan kekesalannya terhadap Tankian lewat sebuah tulisan di Facebook yang kini telah dihapus, mencap sang frontman lebih mementingkan karier solonya daripada System of a Down.

Kuartet asal Southern California ini belum merilis album lagi sejak Mezmerize/Hypnotize pada 2005, namun Tankian telah melepas empat buah album solo dalam jangka waktu yang sama. Odadjian kemudian mengusulkan opsi perekrutan vokalis baru agar dapat merekam album, jika para penggemar menyetujuinya.

“Saya akan jujur. Bukan kami (dengan maksud Daron, John, atau Shavo), tapi Serj, yang tidak menginginkan album baru. Jadi tolong berhenti menanyakan kami tentang itu. Kami hanya menunggu Serj. Ia akan membenci saya karena mengungkap kebenaran, tetapi harus,” tulis Odadjian.

Sosok yang membentuk System of a Down pada 1994 ini melanjutkan, “Saya siap merilis sesuatu dengan seseorang yang ingin menjadi vokalis System. Bukan seseorang yang kami mohon untuk menjadi bagian System. Jadi, bagaimana menurut kalian?”

“Ingat, ia telah menahan kami tujuh tahun sejauh ini. Mau menunggu lima tahun lagi? Atau bolehkah kami merilis album tanpa Serj? Kalian beritahu kami. Saya geram ia mengecewakan kami seperti ini. Tetapi kami harus melakukan sesuatu untuk menjaga band ini tetap hidup. Setuju?”

Opini sang bassis kemudian ditanggapi secara resmi oleh band. “Awal hari ini, Shavo memberi pernyataan di halaman Facebook pribadinya yang tidak merefleksikan System of a Down sebagai kolektif. Ini merupakan pernyataan keliru yang dibuat olehnya pribadi.”

“Supaya jelas, formasi lengkap Serj, Daron, Shavo, dan John akan tampil dalam seluruh tanggal tur. Hormat kepada musik baru SOAD, walaupun kami belum mendiskusikan tenggat waktu album baru, kami percaya bahwa keberadaan kami berempat melakukannya bersama merupakan cara yang benar terhadap band dan penggemar.”

System of a Down telah mengantungi jadwal tur AS musim panas ini dan tur Eropa pada Agustus mendatang, termasuk Reading and Leeds Festival di Inggris.
read more...

Pop! Land

Acara Pop! Land
PREVIEW

Type: Gigs

Venue: Jasa Motor

City: Jatinangor

Date: Thursday, 28 Mei 2013

Where: Jalan Raya Jatinangor

Ticket :
Rp. 15.000 (presale)
Rp. 20.000 (OTS)

Guest Star:
- Efek Rumah Kaca
- Payung Teduh
- AFFEN
- Parisude
- Lame Brain
- Them On Yet
- dll
read more...

Arctic Monkeys Membuka Konser Dengan Lagu Baru, ‘Do I Wanna Know?’

Arctic Monkeys Tampilkan Lagu Baru, ‘Do I Wanna Know?’


Nyaris satu tahun absen tampil di atas panggung, band indie-rock asal Inggris, Arctic Monkeys, langsung memainkan lagu baru saat menggelar konser di Ventura, California, Amerika Serikat, 22 Mei 2013.

Arctic Monkeys membuka konser yang sold-out tersebut dengan “Do I Wanna Know?”, lagu terbaru yang diambil dari album ke-5 mereka yang rencananya akan rilis tahun ini. Band yang digawangi oleh Alex Tuner (vocal, gitar), Jamie Cook (gitar), Nick O’Malley (bass) dan Matt Helders (drum) lalu memainkan lagu-lagu yang diambil dari album-album sebelumnya, seperti “Brianstorm”, “Fake Tales Of San Fransisco”, “I Bet You Look Good On The Dancefloor”, “Suck It And See”, dan “Old Yellow Bricks”, dengan total 21 lagu.

Usai performance di Ventura, Arctic Monkeys dijadwalkan untuk beraksi di 6 kota di Amerika Serikat, lalu Sasquatch Festival, dan Glastonbury Festival 2013.

Berikut setlist lengkap Arctic Monkeys di Ventura, 22 Mei 2013:

1. Do I Wanna Know?
2. R U Mine?
3. Dancing Shoes
4. Brianstorm
5. Brick By Brick
6. Don’t Sit Down ‘Caused I Moved Your Chair
7. Evil Twin
8. Old Yellow Bricks
9. The Hellcat Spangled Shalalala
10. Crying Lightning
11. Pretty Visitors
12. Do Me A Favour
13. Cornerstone
14. She’s Thunderstorm
15. The View From The Afternoon
16. Fake Tales Of San Fransisco
17. I Bet You Look Good On The Dancefloor
18. That Where You’re Wrong
19. Suck It And See
20. Fluorescent Adolescent
21. 505
read more...

Banda Neira Akan menggelar Pesta Peluncuran Album di Jakarta

Banda Neira Akan menggelar Pesta Peluncuran Album di Jakarta


Lebih kurang satu bulan setelah menggelar pesta peluncuran album penuh perdana bertajuk Berjalan Lebih Jauh di Bandung, kini duet folk yang menamakan diri mereka Banda Neira akan kembali menggelar pesta bertema serupa dengan lokasi berbeda, di Newseum Cafe, Gambir, Jakarta pada 26 Mei mendatang mulai pukul 18:00 WIB.

Selain penampilan vokalis Rara Sekar dan vokalis sekaligus gitaris Ananda Badudu, pesta peluncuran album ini juga akan dimeriahkan oleh Titotessa dan Banjar Kanal Timur sebagai dua aksi pembuka. Ada pun harga tiket masuknya—atau kupon kontribusi, menurut penyelenggara—dipatok Rp 20 ribu untuk presale dan Rp 25 ribu untuk pembelian langsung di tanggal dan lokasi konser.

Sebelum Berjalan Lebih Jauh, Banda Neira—yang menyebut musik mereka dengan istilah nelangsa pop—telah lebih dulu merilis album mini dengan titel Di Paruh Waktu. Empat dari sepuluh lagu pada Berjalan Lebih Jauh sudah lebih dulu tercantum pada Di Paruh Waktu, namun kali ini adalah versi baru yang telah melalui proses rekam ulang.

Banda Neira terbentuk pada Februari 2012 dengan dua personelnya sama-sama alumnus Universitas Parahyangan, Bandung. Kini mereka hidup di kota yang berbeda, Rara giat mengurus organisasi nirlaba bernama Kopernik di Bali serta Ananda menjadi wartawan Tempo di Jakarta.

Walau begitu, Banda Neira tidak sedang berstatus vakum, mereka membuka pintu secara lebar untuk kesempatan berpentas; namun tentu saja dengan kadar fleksibilitas lebih rendah dibanding grup musik yang personelnya berada di kota sama.
read more...

Navicula Segera Merilis Album Ganda Bertajuk 'Love Bomb'

Navicula Segera Merilis Album Ganda Bertajuk 'Love Bomb'
Setelah band grunge Bali, Navicula, merilis CD promosi album terbaru mereka, kini dikabarkan telah bersiap untuk meluncurkan album ganda bertajuk Love Bomb yang rencananya akan diluncurkan pada minggu kedua Mei ini pula.

Sementara itu materi dalam CD promosi tersebut berisi empat lagu. Dua lagu bertajuk “Days of War, Nights of Love” dan “Refuse to Forget” yang proses penggarapannya dilaksanakan di studio rekaman legendaris Record Plant, Hollywood, AS. Dua nomor lainnya, yaitu “Harimau! Harimau!” dan “Bubur Kayu” direkam di Bali. Selain itu, Navicula juga merilis film dokumenter berdurasi 18 menit yang merekam di balik layar perekaman album ini di Hollywood.

Berbicara mengenai alasan pemilihan nama album, vokalis Navicula, Gede Robi, berkata, “Love Bomb untuk judul album muncul belakangan, setelah melihat materi album banyak bertema cinta. Seperti harimau Sumatera yang kehilangan cintanya. Bagaimana mengaktualisasikan cinta dan merebut kontrol atas diri di tengah gempuran gaya hidup yang mengangungkan kebendaan.”

Untuk menggarap album ini, Navicula dibantu oleh seorang produser kreatif, Alain Johannes, yang sudah terbukti kepiawaiannya dalam menangani album proyek solo Chris Cornell dan Jimmy Eat World. Johannes juga pernah menjadi kolaborator Queens of the Stone Age, Them Crooked Vultures, serta tampil dalam proyek album dan film dokumenter Sound City yang disutradarai Dave Grohl.

Atas dukungan dari produsen mikrofon asal Australia, RODE, Navicula dapat merekam album tersebut di Plant Record selama tiga hari pada November lalu. Berkat tangan dingin Johannes, Navicula yang seharusnya hanya mendapatkan jatah merekam tiga lagu dapat bekerja efisien sehingga terekam lima lagu secara live. Kelima lagu tersebut kemudian memasuki tahap mixing dan mastering oleh Johannes di Los Angeles, AS.

Meskipun album ganda ini digarap di dua tempat berbeda, Robi menganggap karya bandnya ini merupakan satu keutuhan. “Lima lagu dari Record Plant adalah pencapaian teknis rekaman dengan standar industri musik Amerika dengan arahan produser kreatif berpengalaman. Kami sajikan bersama lagu-lagu yang kami rekam di Bali dengan kami sendiri yang menjadi produser kreatif. Tapi energi album ini sebuah keutuhan, kami mencintai musik, di manapun kami memproduksinya,” ujar Robi.

Lirik lagu “Days of War, Nights of Love” ditulis oleh Kartika Jahja yang terinspirasi dari buku berjudul sama. Tulisan tersebut diterbitkan oleh kolektif anarkis, CrimethInc. Lagu bernada kritik sosial lainnya juga dapat ditemukan dalam lagu “Refuse to Forget” yang merupakan seruan untuk menolak lupa atas kasus ketidakadilan terhadap aktivis Hak Asasi Manusia seperti Munir.

Sebagai penyandang julukan “Green Grunge Gentlemen”, Navicula juga merilis lagu “Harimau! Harimau!”, sebuah lagu tentang harimau Sumatera yang kehilangan hutan sebagai rumahnya dan kini nyaris punah. Kuartet ini juga menciptakan lagu “Bubur Kayu” yang menyorot kasus eksploitasi hutan Indonesia yang luasnya terus menipis akibat ekspansi perusahaan kertas dan perkebunan kelapa sawit.

Di samping materi album ganda, kemasan album ini juga dirancang ramah lingkungan. Kemasan album ini tidak menggunakan material plastik. Untuk sampul album, Navicula memakai material daur ulang kemasan Tetra Pak yang biasa dipakai untuk minuman, dikombinasikan dengan kertas daur ulang dan karet ban dalam bekas. Pengerjaan sampul album ini dilakukan oleh Komunitas Sapu di Salatiga yang biasa mengerjakan upcycle ban dalam bekas menjadi benda dengan fungsi lain.

Memberikan pendapatnya mengenai kolaborasi karya tersebut, Robi bertutur, “Senang bisa berkolaborasi dengan komunitas lain dalam produksi album ini. Kita sering lupa, terlalu mengagungkan do it yourself, padahal akan jauh lebih baik kalau do it together.”
read more...

Slank Ditolak Manggung di Manado Karena Penggunaan Stadion Klabat

Slank Ditolak Manggung di Manado


Konser Slank mendapat penolakan dari elemen pencinta bola di Manado, Sulawesi Utara. Penggunaan Stadion Klabat, dinilai akan merusak rumput lapangan yang akan digunakan PS Manado dan Persma Manado yang akan berlaga di Divisi 2 dan Divisi 3, bulan ini. Rencananya, Slank akan mengadakan konser di Manado, Selasa 14 Mei 2013 mendatang.

“Kami tidak akan membiarkan rumput stadion rusak akibat konser,” tegas Ketua Masyarakat Manado Peduli Olahraga Sulawesi Utara (Mampos), Marvil Budiman, Sabtu (11/5/2013).

Ketua Harian PSSI Cabang Manado Hengky Kawalo menyesalkan pemberian ijin Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk menggelar konser di stadion satu-satunya di Manado ini.

“Pemkot tidak pernah mengurus lapangan ini, pemeliharaan stadion selama ini dilakukan PSSI dengan menggunakan dana pribadi, kok tiba-tiba Pemkot keluarkan izin konser!,” tandas Kawalo.

“Jangan hanya dengan uang sedikit yang didapatkan, rumput stadion rusak dan membutuhkan dana lebih besar untuk pemeliharaannya,” lanjut Kawalo.

Menurut Kawalo, harusnya Pemkot Manado harus mengutamakan dan peduli kepentingan dunia olahraga di Sulut yang terus mengalami penurunan prestasi belakangan ini.

"Saya kecewa jika tim PS Manado dan Persma Manado menggelar latihan dan bertanding di stadion yang rumputnya rusak dan nantinya berdampak buruk pada persiapan tim-tim yang akan berlomba di kancah nasional," katanya lagi.

Sementara itu, Event Organizer (EO) penyelenggara konser Slank di Manado, Boby Maliode berkelit bukan merupakan penolakan, namun adanya miss komunikasi antara PSSI dan EO.

“Hanya miss komunikasi saja tentang penempatan panggung atau layout. PSSI melarang mendirikan panggung di tengah lapangan, dan kami akan memindahkan lokasi panggung ke tepi,” jelas Boby.

Lanjut Boby, pemilihan Stadion Klabat adalah sekalian mempromosikan kembali lapangan yang pernah menggelar partai puncak Liga Indonesia antara PSIS Semarang versus Persebaya Surabaya.

“Setidaknya nama Stadion Klabat kembali dipromosikan. Kami juga akan turut membenahi sejumlah fasilitas stadion seperti pembatas lapangan dan pembersihan tribun penonton. Penataan dan kebersihannya kami jamin,” pungkasnya.
read more...
Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Berita Menggemparkan All Rights Reserved.